Jumat, 24 OKTOBER 2025 • 16:20 WIB

Perempuan Lampung Unjuk Peran Vital, Festival Bebay Butabuh Tuai Pujian

Author

Festival Bebay Butabuh 2025 di Lampung. (Pemprov Lampung)

LAMPUNG - Ketua Dewan Kesenian Lampung (DKL), Satria Bangsawan, menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya Festival Bebay Butabuh 2025 yang mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat dan pelaku seni.

“Alhamdulillah, ini bukti nyata semangat kita dalam merawat dan melestarikan seni serta budaya daerah,” ujar Satria, Jumat (24/10/2025).

Ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang berperan, mulai dari pengurus DKL, Akademisi Lampung, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, UPTD Taman Budaya, hingga para panitia dan peserta. 

Tahun ini, festival diikuti 287 peserta dari 15 kabupaten/kota, yang kemudian diseleksi menjadi 205 peserta dari 15 grup terbaik.

Menurut Satria, festival ini bukan sekadar perlombaan, tetapi juga sarana penting untuk merawat filosofi kehidupan masyarakat Lampung yang menjunjung tinggi peran perempuan dalam keluarga dan pelestarian budaya.

“Dalam budaya kita, peran ibu atau bebay sangat vital. Dari tangan merekalah nilai-nilai budaya dan seni diwariskan kepada anak-anak sebagai generasi penerus menuju Indonesia Emas 2045,” jelasnya.

Baca juga: Festival Bebay Butabuh 2025, Panggung Perempuan Lampung Lestarikan Budaya Daerah

Ia menambahkan, kekayaan budaya Lampung mulai dari musik tradisional seperti gamolan dan gitar klasik Lampung hingga kuliner khas seperti seruit perlu dihadirkan di berbagai ruang publik.

“Bayangkan jika wisatawan yang tiba di Bandara Raden Intan sudah disambut dengan alunan musik Lampung, dan suara itu terus mereka dengar di hotel, rumah makan, hingga pusat oleh-oleh. Inilah experience marketing budaya yang bisa membangun citra Lampung di mata dunia,” ujarnya.

Ketua TP. PKK Provinsi Lampung, Purnama Wulan Sari Mirza, menambahkan pihaknya juga mengapresiasi kepada seluruh panitia, Dewan Kesenian Lampung, serta para peserta yang telah menampilkan kreativitas luar biasa.

“Festival Bebay Butabuh bukan sekadar hiburan, tetapi momentum strategis untuk memperkuat identitas budaya Lampung, terutama dalam musik tradisional. Ini tanggung jawab kita semua, masyarakat, tokoh budaya, dan generasi muda untuk terus menjaga dan menumbuhkan kecintaan terhadap warisan budaya Lampung,” kata dia.

Baca juga: Pemprov Lampung Lestarikan Budaya Daerah Lewat Pekan Kebudayaan Daerah IV 2025

Dia juga menekankan pentingnya peran perempuan dalam pelestarian budaya dan pemberdayaan masyarakat.

“Peserta festival ini adalah wanita-wanita hebat dari 15 kabupaten/kota. Mereka membuktikan bahwa perempuan memiliki peran setara dalam memajukan seni dan budaya. Melalui seni, perempuan ikut menanamkan nilai-nilai luhur kepada generasi penerus,” katanya.

Ia berharap kekayaan budaya Lampung dapat terus dipromosikan hingga ke tingkat nasional dan internasional.

“Sebelum ke tingkat dunia, mari kita mulai dari rumah sendiri. Bandara, hotel, hingga pusat kuliner harus menjadi ruang hidup bagi budaya Lampung. Jika itu terwujud, maka dunia akan mengenal Lampung melalui musik, kuliner, dan keramahan masyarakatnya,” tuturnya.

Festival Bebay Butabuh menjadi salah satu bentuk nyata sinergi antara pemerintah daerah Provinsi Lampung, Dewan Kesenian Lampung, dan TP. PKK Provinsi Lampung dalam menjaga serta mengembangkan kebudayaan daerah. 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU