LAMPUNG - Di tengah hamparan alam Desa Suak, Kecamatan Sidomulyo, Kabupaten Lampung Selatan, semangat warga untuk menjaga lingkungan berbuah prestasi membanggakan.
Desa yang dikenal dengan keteduhan alam dan kekompakan masyarakatnya itu berhasil mencatatkan nama di tingkat nasional sebagai Juara Favorit Lomba Desa Wisata Nusantara 2025 dengan tema Ramah Lingkungan kategori Desa Maju/Mandiri.
Prestasi ini bukan hadir secara tiba-tiba. Ia tumbuh dari proses panjang pembinaan dan pendampingan yang konsisten dari Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan di bawah kepemimpinan Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama bersama Wakil Bupati, M. Syaiful Anwar.
Dalam ajang bergengsi tersebut, Desa Suak mewakili Provinsi Lampung dan bersaing di Regional I dengan desa-desa wisata unggulan dari berbagai daerah di Sumatera. Persaingan ketat tidak menyurutkan langkah Desa Suak untuk tampil menonjol melalui konsep pengelolaan desa wisata berbasis ramah lingkungan dan partisipasi masyarakat.
Penghargaan tersebut diterima langsung Kepala Desa Suak, Juli Wahyudin, didampingi Wakil Bupati Lampung Selatan M. Syaiful Anwar serta Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat M. Darmawan, pada puncak peringatan Hari Desa Nasional 2026 yang digelar di Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, Kamis (15/1/2026).
Baca juga: Kampung Nelayan Merah Putih Dibangun di Desa Kunjir Lampung Selatan
Keberhasilan ini menjadi bukti kualitas tata kelola pemerintahan desa di Kabupaten Lampung Selatan yang terus diperkuat melalui kebijakan pembangunan daerah.
Pembinaan desa diarahkan tidak hanya pada pembangunan fisik, tetapi juga pada pemberdayaan masyarakat dan pengelolaan potensi lokal secara berkelanjutan.
Prestasi Desa Suak juga mencerminkan efektivitas pengelolaan sektor pariwisata desa yang mengedepankan prinsip keberlanjutan.
Desa wisata diposisikan bukan semata sebagai destinasi, melainkan sebagai ruang hidup masyarakat yang tumbuh seiring dengan kesadaran kolektif untuk menjaga lingkungan dan kearifan lokal.
Penerapan konsep ramah lingkungan dilakukan secara konsisten, mulai dari pelestarian alam, penataan kawasan wisata berbasis budaya lokal, hingga pelibatan aktif masyarakat sebagai pelaku utama pariwisata.
Baca juga: Way Kalam, Surga Hijau Lampung yang Siap Jadi Pusat Ekonomi Karbon
Inovasi tersebut menjadi salah satu aspek penting dalam penilaian dewan juri, sehingga mengantarkan Desa Suak meraih predikat Juara Favorit di tingkat nasional.
Kepala Desa Suak, Juli Wahyudin, mengatakan penghargaan tersebut merupakan buah dari kebersamaan dan konsistensi seluruh warga desa dalam menerapkan konsep ABRI melalui program Asri, Bersih, Rapi, dan Indah.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan