LAMPUNG - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan menyiapkan strategi baru dalam pengentasan kemiskinan. Penerima bantuan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) nantinya tidak hanya memperoleh rumah layak huni, tetapi juga dibekali Program K3 (Kebun, Kolam, dan Kandang) agar mampu memenuhi kebutuhan pangan keluarga secara mandiri.
Program tersebut akan diintegrasikan dengan bantuan RTLH dan Program Desa Sehat sebagai upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.
Komitmen itu disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Lampung Selatan, Supriyanto, saat memimpin rapat koordinasi mingguan bersama jajaran perangkat daerah di Aula Rajabasa, Kantor Bupati Lampung Selatan.
Dalam arahannya, Supriyanto meminta percepatan penyusunan konsep Program K3 agar segera dapat diterapkan bersamaan dengan program bantuan RTLH.
Menurutnya, pembangunan rumah tidak boleh berhenti pada penyediaan tempat tinggal, tetapi harus menjadi pintu masuk bagi peningkatan kesejahteraan keluarga penerima manfaat.
"Harapannya, masyarakat penerima RTLH dapat memenuhi kebutuhan protein dan pangan secara mandiri melalui program Kebun, Kolam, dan Kandang. Program ini juga menjadi upaya mendukung pengentasan kemiskinan, pengendalian inflasi, serta penurunan angka stunting," ujar Supriyanto.
Baca juga: 1.938 Pekerja Sawit dan PJLP Lampung Selatan Dapat BPJS Ketenagakerjaan
Melalui konsep tersebut, setiap keluarga penerima bantuan diharapkan mampu memanfaatkan lahan yang dimiliki untuk menanam tanaman pangan, membudidayakan ikan, maupun memelihara ternak sesuai kondisi lingkungan masing-masing.
Selain meningkatkan ketahanan pangan keluarga, program ini juga diharapkan mampu menambah pendapatan masyarakat.
Untuk mempercepat pelaksanaan program, Supriyanto meminta Dinas Ketahanan Pangan bersama Dinas Perumahan dan Permukiman segera menyusun desain teknis yang disesuaikan dengan kondisi di lapangan.
Konsep Program K3 nantinya akan dibuat dalam beberapa kategori sehingga dapat diterapkan pada berbagai karakteristik lahan yang dimiliki masyarakat.
Baca juga: Rektor Itera Lantik Wakil Rektor dan Pejabat Baru Periode 2026-2030
Ia juga mengingatkan agar penyusunan anggaran dilakukan berdasarkan kebutuhan riil sehingga setiap komponen program benar-benar dapat diwujudkan.
"Jangan pekerjaan berbasis uang, tetapi uang berbasis fungsi. Hitung kebutuhan riil agar kebun, kolam, dan kandang benar-benar dapat dibangun dan dimanfaatkan masyarakat," tegas Supriyanto.
Setelah konsep dan kebutuhan anggaran rampung, Program K3 akan diterapkan terlebih dahulu di lokasi percontohan sebelum direplikasi secara bertahap ke berbagai wilayah di Kabupaten Lampung Selatan.
Melalui integrasi Program K3 dengan bantuan RTLH dan Desa Sehat, Pemkab Lampung Selatan berharap masyarakat tidak hanya memiliki hunian yang layak, tetapi juga menjadi lebih mandiri, produktif, serta memiliki ketahanan pangan yang kuat sebagai fondasi peningkatan kesejahteraan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan