Sabtu, 13 JUNI 2026 • 12:32 WIB

Sekolah Rakyat Permanen di Lampung Timur Ditargetkan Beroperasi Juli 2026

Author

Wamensos, Agus Jabo Priyono, saat mengecek pembangunan Sekolah Rakyat di Lampung Timur. (Kemensos)

LAMPUNG – Pembangunan Sekolah Rakyat permanen di Kabupaten Lampung Timur terus dikebut dan ditargetkan pada pertengahan Juli 2026 mendatang sudah bisa menerima siswa pada tahun ajaran baru.

Pemerintah optimis target tersebut dapat tercapai. Hal itu disampaikan Wakil Menteri Sosial Republik Indonesia, Agus Jabo Priyono, saat mengunjungi Sekolah Rakyat Terpadu (SRT) 34 Lampung Timur serta mengecek progres pembangunan Sekolah Rakyat (SR) permanen di Kecamatan Sukadana beberapa hari lalu.

Agus Jabo menyampaikan pembangunan Sekolah Rakyat permanen saat ini tengah dikebut untuk mengejar target operasional pada tahun ajaran baru pertengahan Juli. Pemerintah menargetkan fasilitas dapat berfungsi penuh sesuai jadwal yang telah disepakati bersama kementerian terkait.

"Targetnya pertengahan Juli sudah bisa menerima siswa baru untuk tahun ajaran baru,” ujarnya dilansir dari laman Kemensos, Sabtu (13/6/2026).

Baca juga: Pemprov Targetkan Sekolah Rakyat di Kota Baru Beroperasi Pekan Ketiga Juni 2026

Dia menjelaskan, SR permanen di Lampung Timur akan menampung sekitar 270 siswa pada tahap awal, yang terdiri dari jenjang SD, SMP, dan SMA, masing-masing tiga rombongan belajar. Selain itu, masih terdapat siswa dari sekolah rintisan yang akan tetap terakomodasi.

Pemerintah juga sedang menyusun skema tambahan untuk mengakomodasi calon siswa yang telah melalui proses asesmen namun belum tertampung karena keterbatasan kuota.

“Kami sedang menyiapkan skema agar anak-anak yang sudah diasesmen tetapi belum tertampung tetap bisa mendapatkan layanan pendidikan. Namun semuanya menunggu arahan lebih lanjut dari Presiden,” katanya.

Dalam arahannya, dia juga menekankan bahwa program Sekolah Rakyat dirancang untuk membuka akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu serta menjadi pemutus rantai kemiskinan antar generasi.

“Sekolah Rakyat ini dibangun untuk memutus kemiskinan antar generasi. Anak-anak harus mendapatkan prioritas agar tidak kembali terbebani pekerjaan di rumah. Pendidikan harus menjadi jalan untuk mengubah masa depan,” jelasnya.

Baca juga: Gus Ipul Tinjau Sekolah Rakyat Lampung: Target Juni Rampung, Tampung 1.080 Siswa SD-SMP-SMA

Agus Jabo menegaskan pentingnya peran sekolah, orang tua, dan pendamping untuk memastikan anak-anak dapat mengenyam pendidikan. 

Ia juga mengingatkan pentingnya pembentukan karakter siswa, termasuk larangan perundungan, intoleransi, dan kekerasan di lingkungan sekolah. Menurutnya, nilai gotong royong dan saling menghormati harus menjadi budaya utama di Sekolah Rakyat.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU