Jumat, 24 APRIL 2026 • 13:09 WIB

Unila Beri Penghormatan Khusus untuk Dua Mahasiswi FMIPA yang Meninggal Dunia Terseret Arus di Wira Garden

Author

FMIPA Unila memberikan penghormatan khusus kepada dua mahasiswi yang meninggal dunia. (Unila)

LAMPUNG Universitas Lampung memberikan penghormatan khusus kepada keluarga dua mahasiswi yang telah tiada yakni mahasiswi bernama Bunga Rosana dan Fatmawati.

Kedua mahasiswi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) tersebut meninggal dunia karena terseret arus saat berkunjung ke destinasi wisata Wira Garden, Bandar Lampung, pada awal April 2026.

Pemberian penghormatan dilakukan dalam Yudisium ke-43 Periode V FMIPA Unila yang dilaksanakan di Dekanat FMIPA Unila pada Rabu, 22 April 2026.

Dalam suasana khidmat, FMIPA Unila memberikan penghormatan khusus kepada keluarga dua mahasiswi. Keduanya meninggal dunia pada tahap akhir penyelesaian studi di Jurusan Fisika FMIPA Unila.

Baca juga: Dua Mahasiswi Unila yang Hanyut di Sungai Wira Garden Ditemukan Meninggal Dunia di Pulau Pasaran

Penghormatan tersebut diberikan dalam bentuk surat keterangan dan transkrip akademik dari fakultas sebagai kenang-kenangan bagi keluarga, sekaligus bentuk apresiasi atas perjuangan akademik kedua almarhumah selama menempuh pendidikan di FMIPA Unila.

Dekan FMIPA Unila, Dr. Heri Satria, menjelaskan keduanya telah menorehkan capaian akademik yang sangat berarti dan berada sangat dekat dengan kelulusan.

“Kedua almarhumah itu sudah menyelesaikan 140 SKS, yang satu 140, yang satu 143. Jadi almarhumah itu sedang menyelesaikan data-data penelitian, data awal untuk menulis skripsi,” kata Heri.

Menurut Heri, secara akademik kedua mahasiswa tersebut telah menunjukkan dedikasi yang kuat. Salah satu di antaranya tercatat memiliki IPK 3,11, sedangkan satu lainnya meraih IPK di atas 3,6. Namun, sesuai ketentuan akademik yang berlaku, gelar sarjana belum dapat diberikan karena proses skripsi belum sepenuhnya selesai.

“Belum sempat untuk mendapatkan gelar akademik karena di peraturan akademik kita kan harus selesai skripsinya,” ujarnya.

Baca juga: Kisah Adit, Peserta Tunarungu Asal Lampung yang Semangat Ikuti UTBK 2026 di Unila

Karena itu, fakultas memilih memberikan surat keterangan sebagai bentuk penghormatan institusi terhadap perjalanan studi keduanya, sekaligus penegasan bahwa perjuangan akademik mereka tetap diakui dan dikenang oleh kampus.

Dalam konteks itu, penghargaan kepada dua mahasiswi almarhumah tidak berhenti sebagai bentuk empati kepada keluarga, melainkan juga menjadi pesan moral bagi sivitas akademika dan masyarakat luas bahwa setiap proses belajar memiliki nilai yang patut dihormati.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU