Senin, 30 MARET 2026 • 12:33 WIB

Gubernur Mirza Ajak Perantau Lampung Bersatu Majukan Daerah, Fokus Hilirisasi dan Pariwisata

Author

Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, dalam halal bi halal bersama Forum Komunikasi Persaudaraan Lampung Perantauan. (Pemprov Lampung)

LAMPUNG Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal mengajak seluruh masyarakat, khususnya warga Lampung di perantauan, untuk memperkuat persatuan dan meninggalkan sekat-sekat perbedaan demi mendorong kemajuan daerah.

Ajakan ini disampaikan dalam acara Halal Bihalal Idulfitri 1447 H Pemprov Lampung bersama Forum Komunikasi Persaudaraan Lampung Perantauan (FK-PLP) di Mahan Agung, Rumah Dinas Gubernur Lampung, Minggu (29/3/2026).

"Tidak boleh ada pengkotak-kotakan. Kita harus bersatu untuk mengejar ketertinggalan dan menyamakan langkah dengan provinsi lain di Indonesia," tegasnya.

Mirza menegaskan halal bihalal memiliki makna penting sebagai ruang untuk saling menguatkan, mengingatkan, serta mempererat ikatan batin sebagai satu keluarga besar Sai Bumi Ruwa Jurai di mana pun berada.

"Perantau tidak pernah memutuskan akar. Justru dari tanah rantau banyak putra-putri Lampung yang tumbuh, belajar, dan berkontribusi di berbagai bidang. Ini menjadi kekuatan besar ketika jejaring perantauan terhubung dengan daerah asal," ujarnya.

Baca juga: Gubernur Mirza Terima Kunjungan HKBP, Tegaskan Pentingnya Harmonisasi Antar Umat Beragama

Tahun ini menjadi momen istimewa karena untuk pertama kalinya forum perantau Lampung dapat berkumpul dalam suasana halal bihalal, baik di Provinsi Lampung maupun di Mahan Agung.

Mirza memaparkan kondisi dan potensi Provinsi Lampung saat ini. Struktur ekonomi Lampung masih didominasi sektor pertanian, khususnya tiga komoditas utama: singkong, padi, dan jagung, yang menjadi sumber penghidupan jutaan masyarakat.

Selama bertahun-tahun, harga komoditas tersebut cenderung tidak stabil dan sering turun saat panen, berdampak pada rendahnya kesejahteraan petani dan tingginya angka kemiskinan.

Namun, kondisi tersebut mulai membaik seiring kebijakan pemerintah pusat yang menaikkan dan menjaga stabilitas harga komoditas, serta penghentian impor singkong. Kebijakan ini berdampak signifikan terhadap peningkatan pendapatan masyarakat.

"Pendapatan masyarakat meningkat hampir dua kali lipat. Pertumbuhan ekonomi Lampung pada 2025 juga mulai melampaui rata-rata nasional. Aktivitas ekonomi di desa meningkat, terlihat dari naiknya penjualan kendaraan dan distribusi barang ke wilayah perdesaan," jelasnya.

Baca juga: Lampung Selatan Jadi Pilot Project Imunisasi Zero Dose, Target 4.967 Anak

Mirza mengakui keterbatasan anggaran daerah masih menjadi tantangan, terutama dalam pembangunan infrastruktur seperti jalan. Dengan panjang jalan provinsi mencapai sekitar 1.700 kilometer, kemampuan pembiayaan masih terbatas dibanding daerah lain.

Untuk itu, Pemprov Lampung terus mendorong strategi hilirisasi industri guna meningkatkan nilai tambah komoditas pertanian, serta mengembangkan sektor industri dan pariwisata sebagai sumber pertumbuhan ekonomi baru. Jumlah kunjungan wisatawan ke Lampung mengalami peningkatan signifikan, bahkan melampaui beberapa daerah lain, meski pengelolaan masih perlu ditingkatkan.

Mirza mengungkapkan setiap tahun terdapat sekitar 120 ribu lulusan SMA di Lampung, namun kapasitas perguruan tinggi di daerah hanya mampu menampung sekitar 30 ribu mahasiswa.

"Selama ini, sebagian besar lulusan tidak melanjutkan pendidikan atau harus keluar daerah. Ini menjadi tantangan sekaligus peluang bagi kita untuk memperkuat sektor pendidikan," ujarnya.

Meningkatnya kemampuan ekonomi masyarakat saat ini mulai mendorong perubahan pola pikir, di mana semakin banyak keluarga yang berupaya menyekolahkan anaknya hingga perguruan tinggi.

Baca juga: Kapolri dan Menhub Tinjau Bakauheni, Puncak Arus Balik Dinilai Lancar

"Ini sinyal positif. Artinya, ketika ekonomi membaik, SDM juga akan ikut terangkat. Ke depan, kita harus siapkan ekosistem pendidikan yang lebih baik agar anak-anak Lampung tidak perlu keluar daerah untuk mendapatkan pendidikan berkualitas," tambahnya.

Menteri Koordinator Bidang Pangan yang juga Ketua Umum Zulkifli Hasan dalam sambutannya mengajak masyarakat untuk memperkuat kebersamaan, khususnya di wilayah Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel). Ia menekankan bahwa Sumbagsel memiliki sejarah panjang dan potensi besar yang perlu dimanfaatkan secara optimal melalui kolaborasi antar daerah.

Zulkifli Hasan menilai Lampung memiliki potensi besar, baik di sektor pertanian maupun pariwisata, yang perlu didorong dengan dukungan kebijakan dan investasi.

"Lampung ini kaya potensi. Sekarang saatnya kita dorong bersama agar bisa berkembang seperti daerah lain yang sudah lebih dulu maju," ujarnya.

Ia menyoroti pentingnya dukungan pemerintah pusat dalam pembangunan infrastruktur dan pengembangan pariwisata di Lampung. Dengan sinergi yang kuat antara pemerintah daerah, pusat, dan masyarakat, Lampung memiliki peluang besar untuk berkembang menjadi salah satu daerah unggulan di Indonesia.

Hadir dalam kesempatan tersebut Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco, Tokoh Lampung Aburizal Bakrie, Anggota DPR RI Putri Zulkifli Hasan, Mukhlis Basri, Irham Jafar Lan Putra, dan beberapa tokoh besar Lampung perantauan lainnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU