Senin, 02 FEBRUARI 2026 • 11:58 WIB

Nelayan Jatuh di Lampung Timur, Ditemukan Meninggal di Perairan Banten

Author

Evakuasi nelayan yang jatuh dari kapal. (Basarnas Lampung)

LAMPUNG - Operasi pencarian dan pertolongan terhadap nelayan yang terjatuh dari kapal di perairan Sekopong, Kuala Penet, Kabupaten Lampung Timur, resmi dihentikan pada Minggu (1/2/2026) setelah korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.

Korban bernama Santika (37) yang terjatuh dari KM Doa Ibu di perairan Sekopong ditemukan meninggal dunia di sekitar perairan Panimbang, Banten. 

Jenazah ditemukan di titik koordinat 6°28'20.1" LS – 105°43'21.5" BT, kemudian dievakuasi oleh kapal nelayan dan dibawa ke Pos Polairud Panimbang.

Dantim Pos SAR Bakauheni, Restu Abdila, mengatakan operasi pencarian melibatkan koordinasi lintas wilayah serta dilakukan secara bertahap sesuai prosedur.

“Pencarian dilakukan selama enam hari dengan pembagian sektor berdasarkan SAR Map Prediction. Tim SAR gabungan telah berupaya maksimal, baik melalui penyisiran laut maupun koordinasi dengan wilayah Banten hingga akhirnya korban berhasil ditemukan,” ujar Restu dalam keterangannya, Senin (2/2/2026).

Baca juga: Nelayan Jatuh dari Kapal di Perairan Sekopong Lampung Timur, Tim SAR Gabungan Lakukan Pencarian

Dia menjelaskan setelah dilakukan proses identifikasi oleh tim SAR Banten bersama pihak keluarga, dipastikan bahwa jenazah tersebut adalah Santika, warga Pandeglang, Banten. "Selanjutnya korban diserahkan kepada keluarga dan dibawa ke rumah duka," ujarnya.

Operasi SAR ini melibatkan Kantor SAR Lampung, Kantor SAR Banten, unsur Polairud, TNI AL, nelayan, serta keluarga korban, dengan dukungan sejumlah alutsista laut dan darat. 

Dengan ditemukannya korban maka Operasi SAR dihentikan dan dinyatakan selesai. Kemudian seluruh unsur SAR yang terlibat dikembalikan ke satuannya masing-masing. 

Sebelumnya diberitakan, seorang nelayan dilaporkan terjatuh dari kapal nelayan KM Doa Ibu saat berada di perairan Sekopong, Kuala Penet, Kabupaten Lampung Timur, Selasa (27/1/2026) lalu. 

Informasi kejadian diterima Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Lampung sekitar pukul 15.30 WIB dari pembina nelayan setempat.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU