Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih di Lampung Selatan Diproyeksikan Juga Jadi Destinasi Wisata Baru
LAMPUNG - Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, meminta pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Desa Ketapang, Lampung Selatan, dapat dikembangkan juga menjadi destinasi wisata baru.
Hal tersebut disampaikannya saat meninjau langsung proyek pembangunan tersebut. Peninjauan tersebut dilakukan untuk memastikan proyek strategis nasional itu berjalan sesuai perencanaan dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat nelayan.
KNMP merupakan bagian dari program Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dalam menata kawasan pesisir agar lebih sehat, layak huni, aman, dan produktif.
Dalam peninjauan itu, Bupati Egi mengecek secara detail progres pembangunan sekaligus menekankan pentingnya kualitas pekerjaan, baik dari sisi fungsi maupun keberlanjutan kawasan.
Baca juga: SPBU Nelayan di Lampung Timur Dibangun, Nelayan Kini Punya ‘Pom Sendiri’ di Laut
Egi menyampaikan pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih menjadi bukti nyata sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir.
“Pembangunan ini sepenuhnya selaras dengan program Presiden RI untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat nelayan melalui penataan kawasan yang lebih modern dan terpadu,” kata Bupati Egi.
Bupati Egi memberikan arahan khusus terkait penataan aksesibilitas kawasan, terutama penyediaan lahan parkir yang memadai dan mudah dijangkau pengunjung.
“Saya ingin lokasi parkir dibuat sedekat mungkin dengan titik wisata. Akses yang mudah akan membuat wisatawan merasa nyaman dan tertarik datang ke sini,” tegas Bupati Egi.
Baca juga: Pramuka Lampung Galang Rp432 Juta untuk Korban Banjir Sumatera
Selain aspek estetika kawasan, Bupati Egi juga memberi perhatian serius pada faktor keamanan bangunan, khususnya dari potensi bencana alam seperti banjir rob dan pasang air laut.
Ia meminta agar seluruh konstruksi benar-benar memperhitungkan kondisi geografis wilayah pesisir.
Kepala Proyek KNMP dari PT Adhi Karya (Persero), Candra, menjelaskan pihaknya telah menerapkan langkah mitigasi dengan meningkatkan elevasi lahan kawasan.
“Kami melakukan urugan tanah hingga mencapai elevasi tertentu, sehingga posisi bangunan berada jauh lebih tinggi dari permukaan air laut maupun jalan di sekitarnya,” jelas Candra.
Ia menambahkan, area yang sebelumnya rendah kini telah ditimbun hingga setinggi sekitar dua meter sebagai standar keamanan jangka panjang.
“Langkah ini kami terapkan agar kawasan permukiman tetap aman, kering, dan nyaman bagi warga,” ujarnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan