Sabtu, 13 DESEMBER 2025 • 16:50 WIB

Festival UMKM Mitra Adhyaksa Dorong Inovasi dan Penguatan Kualitas Produk Lokal

Author

Festival UMKM di Kota Metro. (Pemprov Lampung)

LAMPUNG - Festival dan Launching Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Mitra Adhyaksa berlangsung di Gedung Sesat Agung Bumi Sai Wawai, Kota Metro.

Kegiatan ini menjadi momentum penguatan kualitas produk lokal serta peningkatan jejaring usaha bagi para pelaku UMKM.

Acara digelar melalui kolaborasi Kejaksaan Tinggi Lampung, Kejaksaan Negeri Metro, Pemerintah Kota Metro, dan sejumlah pemangku kepentingan lainnya.

Program Mitra Adhyaksa memberikan kesempatan kepada 100 UMKM untuk memperoleh pembinaan, mulai dari manajemen usaha hingga strategi pengembangan pasar.

Wakil Gubernur Lampung, Jihan Nurlela, menyampaikan kegiatan ini menjadi ruang yang bermanfaat bagi pelaku UMKM untuk menampilkan produk serta memperluas jejaring usaha, sekaligus komitmen nyata bersama dalam mendorong UMKM naik kelas. 

“Apa yang kita saksikan hari ini adalah hasil kerja bersama yang sangat solid. Kolaborasi ini melahirkan ruang belajar, ruang tumbuh, dan peluang bagi UMKM untuk berkembang,” kata Jihan, Sabtu (13/12/2025).

Baca juga: Kejati Kolaborasi Bersama Pemkab Tanggamus Perkuat UMKM dan Ekonomi Desa

Pemilihan Kota Metro sebagai lokasi festival juga dinilai tepat. Menurut wagub, Metro memiliki komunitas UMKM yang aktif, solid, dan didukung kolaborasi kuat antara pemerintah daerah, Kejaksaan, perguruan tinggi, dan komunitas kreatif.

Jihan menyampaikan berdasarkan data dari Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Lampung, terdapat lebih dari 490 ribu UMKM aktif pada 2024. 

Kontribusinya terhadap perekonomian sangat besar, dimana sekitar 60 persen Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) disokong sektor UMKM, termasuk di bidang pertanian dan ekonomi kreatif. 

Jihan juga menekankan ketahanan UMKM terbukti saat pandemi COVID-19. Ketika banyak sektor melemah, UMKM tetap bergerak menjadi motor inovasi, mulai dari produksi masker, alat pelindung diri (APD), hingga kebutuhan pokok.

“UMKM adalah penyelamat ekonomi daerah, UMKM penyelamat ekonomi bangsa,” ujarnya.

Baca juga: Kriya Jemari 2025: Lampung Angkat Wastra & UMKM ke Level Nasional dan Internasional

"Pemerintah harus hadir untuk memberikan ruang dan kesempatan agar UMKM terus berkreasi, berkarya,” imbuhnya.

Dia juga menyampaikan Pemerintah Provinsi Lampung baru saja menandatangani kesepakatan dengan Kejaksaan bersama BNN dan Kemenag terkait optimalisasi penanganan restorative justice. 

Upaya ini salah satunya bertujuan mendukung Sumber Daya Manusia (SDM) agar tetap produktif dan tidak tersisih dari roda ekonomi.

“Kami ingin memastikan SDM yang pernah berhadapan dengan hukum tetap memiliki kesempatan kembali ke masyarakat, termasuk melalui UMKM,” kata dia.

Baca juga: Akad Massal KUR bagi 800 Ribu Pelaku UMKM, Lampung Terima Alokasi Rp 919 Miliar

Di tengah persaingan global dan derasnya arus produk luar negeri, Jihan mengajak seluruh pelaku UMKM untuk memperkuat kualitas, identitas produk, dan jejaring kerja sama.

“Perjalanan UMKM ke depan tidaklah ringan. Karena itu, jadikan momentum festival ini sebagai titik penguatan kualitas dan integritas usaha. Jika kualitas dijaga, peluang akan datang dengan sendirinya,” pungkasnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU