Sabtu, 29 NOVEMBER 2025 • 17:16 WIB

YJI Lampung Gencarkan Kampanye “Keren Tanpa Rokok” untuk Pelajar

Author

Ilustrasi merokok berbahaya bagi kesehatan jantung.

LAMPUNG - Ketua Yayasan Jantung Indonesia (YJI) Cabang Provinsi Lampung, Purnama Wulan Sari Mirza, menegaskan komitmen YJI Lampung dalam memperluas edukasi kesehatan jantung melalui sejumlah program preventif.

Ia menyatakan kampanye "Keren Tanpa Rokok" menjadi salah satu fokus utama yang akan digencarkan di sekolah-sekolah.

Hal tersebut disampaikan saat acara Pelantikan YJI Cabang provinsi dan kabupaten/kota se-Lampung Masa Bakti 2025-2030 di Balai Keratun Lantai 3, Komplek Kantor Gubernur Lampung.

Wulan mengungkapkan keprihatinannya terhadap maraknya penggunaan rokok elektrik atau vape di kalangan remaja. 

"Dengan kemajuan zaman, bukan hanya rokok tembakau saja, tetapi rokok elektrik juga semakin mudah didapat. Anak-anak SMP dan SMA sudah sangat familiar dengan vape. Mereka tidak tahu bahayanya, yang penting terlihat keren. Karena itu, kami mengampanyekan bahwa keren itu tanpa rokok," kata Wulan, Sabtu (29/11/2025).

Baca juga: Peringatan HUT ke-44 Yayasan Jantung Indonesia, Warga Diminta Hidup Sehat

Selain menyasar pelajar, YJI juga memberi perhatian pada tingginya angka perokok di kalangan pekerja. Rutinitas dan tekanan kerja disebut menjadi pemicu yang membuat kebiasaan merokok semakin sulit ditinggalkan. 

"Ini juga harus kita ajak pelan-pelan. Fokus kami adalah mensosialisasikan gaya hidup sehat. Lebih baik mencegah daripada mengobati," jelasnya.

Wulan menambahkan bahwa YJI Lampung terus menggalakkan edukasi preventif, mulai dari pola makan bergizi seimbang, pengendalian stres, hingga menghindari rokok. 

Program lain yang segera diperkuat adalah pelatihan pertolongan pertama pada kasus henti jantung untuk masyarakat umum. 

YJI Lampung berencana melatih sebanyak mungkin masyarakat agar mampu melakukan pertolongan pertama pada henti jantung. Upaya ini disebut sangat penting untuk meningkatkan peluang keselamatan sebelum bantuan medis tiba.

"Serangan jantung bisa terjadi kapan saja. Orang-orang terdekat yang sudah terlatih dapat menjadi penolong pertama," jelasnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU