Kamis, 06 NOVEMBER 2025 • 11:09 WIB

BI: Ekonomi Lampung Terus Menguat, Didukung Konsumsi dan Investasi Domestik

Author

Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Lampung. (BI Lampung)

LAMPUNG - Perekonomian Lampung pada triwulan III 2025 tetap solid dengan mencatatkan pertumbuhan sebesar 5,04 persen (yoy), relatif stabil dibandingkan capaian triwulan sebelumnya yang sebesar 5,09 persen (yoy). 

Secara nominal, perekonomian Lampung pada triwulan III 2025 atas dasar harga berlaku dan atas dasar harga konstan (2010) masing-masing tercatat sebesar Rp135,56 triliun dan Rp76,58 triliun.

Pertumbuhan ekonomi Lampung pada triwulan III 2025 utamanya didukung oleh permintaan domestik, yakni konsumsi rumah tangga, investasi dan konsumsi pemerintah yang masing-masing tumbuh sebesar 4,94 persen, 6,06 persen dan 4,00 persen (yoy).

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Lampung, Bimo Epyanto, mengatakan kinerja konsumsi rumah tangga menguat seiring meningkatnya optimisme masyarakat dan nilai tukar petani (NTP), sementara pertumbuhan investasi atau Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) ditopang oleh tingginya realisasi penanaman modal dalam negeri. 

"Adapun pemulihan kinerja konsumsi pemerintah sejalan dengan kenaikan pagu belanja APBD Perubahan Provinsi Lampung, utamanya belanja modal dalam rangka pembangunan infrastruktur," kata Bimo dalam keterangannya, Kamis (6/11/2025).

Baca juga: Rakor Sensus Ekonomi 2026, Pemprov Lampung Minta Semua Pihak Berkolaborasi

Dia menjelaskan dari sisi eksternal, kinerja ekspor tumbuh 5,33 persen (yoy), melambat dibandingkan triwulan sebelumnya disebabkan menurunnya permintaan global, terutama untuk komoditas kopi, CPO, dan gula.

Realisasi pertumbuhan ekonomi Lampung yang tetap solid pada triwulan III 2025 juga tercermin dari sisi lapangan usaha (LU), utamanya LU Pertanian, Kehutanan dan Perikanan; LU Industri Pengolahan; dan LU Perdagangan Besar dan Eceran (PBE) yang masing-masing tumbuh sebesar 7,74 persen, 4,74 persen dan 3,98 persen (yoy). 

"Kinerja LU Pertanian terakselerasi dari triwulan sebelumnya didorong oleh peningkatan produksi tanaman pangan, perkebunan dan perikanan," jelasnya.

Adapun kinerja LU Industri Pengolahan mengalami perlambatan seiring dengan penurunan promp manufacturing index (PMI) Provinsi Lampung.

Baca juga: PDRB Lampung Tembus Rp483,88 Triliun, Jadi Perekonomian Terbesar keempat di Sumatera

Selaras dengan itu, kinerja LU PBE juga lebih rendah dari triwulan sebelumnya dipengaruhi perlambatan aktivitas perdagangan luar negeri," jelasnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU