Kamis, 02 OKTOBER 2025 • 13:56 WIB

Lampung Alami Inflasi 0,16 Persen Pada September 2025

Author

Ilustrasi Grafik (Freepik.com/rawpixel.com)

LAMPUNG - Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Lampung mencatat inflasi sebesar 0,16 persen secara bulanan (month-to-month/m-to-m) pada September 2025.

Sementara bila dibandingkan dengan bulan yang sama pada tahun sebelumnya atau year-on-year (y-on-y), Provinsi Lampung mengalami inflasi sebesar 1,17 persen pada September 2025. 

“Tingkat inflasi ini tercatat lebih tinggi dibandingkan September tahun sebelumnya yang sebesar 0,05 persen pada September 2024,” kata Statistisi Ahli Madya, Nila Fridhowati, Kamis (2/10/2025).

Nila melaporkan inflasi bulanan (m-to-m) tertinggi terjadi pada kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya yang mengalami inflasi sebesar 1,18 persen, dan andil tertinggi juga terjadi pada kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya, dengan andil inflasi sebesar 0,08 persen. 

Sedangkan deflasi tertinggi terjadi pada kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya, dengan deflasi sebesar 0,99 persen, dan andil deflasi sebesar 0,02 persen.

Baca juga: Neraca Perdagangan Lampung Agustus 2025 Surplus 462,11 juta US Dolar

Lima komoditas utama yang memberikan andil inflasi bulanan (month-to-month/m-to-m) adalah cabai merah dengan andil sebesar 0,13 persen, diikuti oleh daging ayam ras (0,12 persen), emas perhiasan (0,05 persen), salak (0,03 persen), dan deodorant (0,02 persen). 

"Di sisi lain, beberapa komoditas tercatat mengalami penurunan harga, sehingga memberikan andil deflasi dan menahan laju inflasi secara umum," ujarnya. 

Komoditas penyumbang deflasi bulanan terbesar antara lain bawang merah dengan andil deflasi sebesar 0,26 persen, vitamin (0,03 persen), tomat (0,03 persen), makanan hewan peliharaan (0,02 persen), dan susu cair kemasan (0,02 persen).

"Selanjutnya, secara secara tahunan (year-on-year/y-on-y) pada September 2025, Provinsi Lampung mengalami inflasi sebesar 1,17 persen, yang berarti bahwa harga barang dan jasa secara umum mengalami kenaikan sebesar 1,17 persen jika dibandingkan dengan bulan September tahun sebelumnya," jelasnya.

Baca juga: BPS Lampung Luncurkan Buku dan Sosialisasi Sensus Ekonomi 2026

Dia juga menyampaikan jika tingkat inflasi y-on-y bulan September 2025, lebih rendah jika dibandingkan dengan bulan yang sama pada tahun sebelummnya yaitu sebesar 2,16 persen.

“Kelompok pengeluaran dengan tingkat inflasi tertinggi secara (y-on-y) adalah Rekreasi, Olahraga, dan Budaya yang tercatat sebesar 5,71 persen. Namun, kontribusi terbesar terhadap inflasi umum tidak terlalu tinggi. Sementara itu, kelompok Makanan, Minuman, dan tembakau memiliki inflasi sebesar 5,02 persen dan memberikan andil inflasi terbesar yaitu sebesar 1,65 persen. Sebaliknya, kelompok Pendidikan mengalami deflasi terbesar, yaitu sebesar 18,20 persen, dengan andil deflasi sebesar 1,23 persen,” pungkas Nila.

Lima komoditas penyumbang inflasi tertinggi secara tahunan (y-on-y) adalah bawang merah, emas perhiasan, cabai merah, beras, dan daging ayam ras. sebaliknya, lima komoditas yang menahan laju inflasi atau yang mengalami deflasi yaitu, sekolah menengah atas, sekolah menengah pertama, bawang putih, bensin, dan cumi-cumi.

BPS Provinsi Lampung juga memantau inflasi di empat kabupaten/kota cakupan Indeks Harga Konsumen (IHK). Pada September 2025, inflasi tahunan (y-on-y) tertinggi tercatat di Kabupaten Lampung Timur sebesar 2,44 persen, sementara inflasi terendah tercatat di Kota Bandar Lampung sebesar 0,37 persen.

Sementara jika dilihat secara bulanan (m-to-m), inflasi tertinggi terjadi di Kota Metro, yaitu sebesar 0,39 persen, dan deflasi terdalam terjadi di Kabupaten Mesuji dengan deflasi sebesar 0,42 persen.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU