Selasa, 30 SEPTEMBER 2025 • 16:01 WIB

Prodi Rekayasa Kehutanan Itera Serahkan Mesin Biopelet dan Pencacah Rumput kepada Kelompok Tani Hutan

Author

Itera beri bantuan mesin biopelet dan mesin pencacah rumput kepada kelompok tani. (Itera Lampung)

LAMPUNG - Dosen dan mahasiswa Program Studi Rekayasa Kehutanan, Institut Teknologi Sumatera (Itera) melaksanakan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) melibatkan Kelompok Tani Hutan (KTH) Pelangi Senja, Kecamatan Ulu Belu, Kabupaten Tanggamus.

PkM ini didanai oleh BIMA Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi 2025 melalui skema PkM Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat. Kegiatan ini menjadi komitmen Itera dalam mengembangkan inovasi berbasis teknologi yang bermanfaat bagi masyarakat, khususnya dalam pemanfaatan limbah kopi menjadi biopelet.

Tim PkM menyerahkan mesin cetak biopelet dan mesin pencacah rumput (chopper) kepada kelompok tani. Kehadiran mesin ini diharapkan mampu meningkatkan kapasitas produksi masyarakat sekaligus mendorong pemanfaatan limbah sekam kopi yang selama ini kurang dimanfaatkan.

Ketua Tim PkM Itera, Rio Ardiansyah Murda, mengatakan Ulu Belu merupakan salah satu penghasil kopi terbesar di Lampung. "Melimpahnya hasil kopi juga menghasilkan limbah sekam dalam jumlah besar yang berpotensi diolah menjadi biopelet sebagai sumber energi terbarukan," kata Rio, Selasa (30/9/2025).

Baca juga: Tim Mahasiswa Itera Melaju ke Kompetisi Debat Tingkat Nasional

Perwakilan dari KTH Pelangi Senja, Kukuh Diki Prasetia, menyampaikan terima kasih atas bantuan alat yang diberikan. Menurutnya, kehadiran mesin ini sangat membantu masyarakat dalam mengolah hasil pertanian dan membuka peluang usaha baru yang bernilai ekonomis.

Selain penyerahan mesin, mahasiswa Rekayasa Kehutanan Itera juga memberikan sosialisasi modul penggunaan alat dan melakukan demonstrasi operasional mesin secara langsung. 

Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan masyarakat dapat mandiri dalam mengolah limbah kopi menjadi biopelet serta memanfaatkan teknologi pencacah rumput untuk mendukung produktivitas pertanian. 

Baca juga: Pemprov Lampung dan Itera Perkuat Kolaborasi Riset untuk Industrialisasi Desa hingga Pemerataan Ekonomi

Biopelet yang dihasilkan dapat digunakan sebagai pakan ternak dengan memanfaatkan limbah sekam kopi dengan mencampur dengan dedaunan hijau. Inovasi pakan dalam bentuk biopelet akan mengoptimalkan sumber pakan ternak. 

Biopelet juga unggul karena dapat dikeringkan, membuatnya tahan lama dan hemat tempat penyimpanan karena melalui proses pemadatan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU