LAMPUNG - Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, mengajak masyarakat untuk terus merawat tradisi selawat dan doa bersama demi kebaikan Lampung.
Ajakan tersebut disampaikan saat menghadiri pengajian dalam rangka Hari Lahir (Harlah) ke-8 Majelis Bahrusy Syafa’at Lampung (BSL) di Lapangan Astomulyo, Kecamatan Punggur, Kabupaten Lampung Tengah.
Gubernur Mirza yang juga Pembina Majelis BSL menyampaikan apresiasi atas kiprah majelis dalam memperkuat syiar Islam di Lampung.
“BSL Mania hadir untuk merayakan Harlah BSL yang ke-8. Mari sama-sama kita doakan semoga Gus Rodhi semakin hari semakin besar, dan semakin banyak masyarakat Lampung yang gemar bersholawat,” kata Mirza, Minggu (28/9/2025) malam.
Baca juga: Ribuan Peserta Meriahkan PMI Run 4 Humanity Lampung di Puncak HUT ke-80 PMI
Acara berlangsung khidmat ini dihadiri ribuan jamaah, Menteri Koordinator Bidang Pangan dan Agribisnis, Zulkifli Hasan, ulama kondang KH. Miftah Maulana Habiburrahman (Gus Miftah), Bupati Lampung Tengah, Ardito Wijaya, Bupati Lampung Timur, Ela Siti Nuryamah, Wakil Bupati Lampung Selatan M. Syaiful Anwar, serta tokoh agama, masyarakat, dan anggota DPRD provinsi/kabupaten.
Pimpinan BSL, KH. Rodhi Ahsan (Gus Rodhi), menyampaikan rasa syukur atas perjalanan majelis hingga usia delapan tahun. Ia turut mengapresiasi dukungan Pemprov Lampung dan menilai Gubernur Lampung sebagai pemimpin yang mampu menghadirkan kesejukan di tengah masyarakat.
Kehadiran Gus Miftah sekitar pukul 21.50 WIB semakin menyemarakkan suasana. Ribuan jamaah menyambutnya dengan antusias sebelum bersama-sama menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya.
Menko Pangan Zulkifli Hasan juga menyampaikan komitmennya memperjuangkan kesejahteraan rakyat, khususnya di sektor pangan. Dia menyatakan upaya pemerintah untuk menjaga harga komoditas pertanian agar petani semakin sejahtera, termasuk kebijakan pelarangan impor tapioka.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan