Selasa, 09 SEPTEMBER 2025 • 18:49 WIB

Ijtima Ulama dan Umara MUI Lampung 2025, Perkuat Sinergi Jaga Keutuhan Bangsa

Author

Ijtima Ulama dan Umara MUI Lampung. (Pemprov Lampung)

LAMPUNG - Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, menegaskan pentingnya sinergi antara ulama dan umara dalam menjaga keutuhan bangsa serta membangun kepercayaan publik. 

Hal itu disampaikan saat membuka Acara Ijtima Ulama dan Umara Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Lampung 2025, yang berlangsung di Ballroom Hotel Horison, Bandar Lampung, Senin (8/9/2025) malam.

Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal menyatakan persatuan hati antara pemimpin dan masyarakat merupakan syarat mutlak terciptanya kedamaian dan keberlangsungan bangsa. 

“Negara tidak akan bisa berjalan dengan tentram, damai, dan rukun tanpa adanya kesatuan hati antara ulama, umara, dan masyarakat,” kata Mirza.

Baca juga: Menteri Agama RI Nasaruddin Umar dan Tokoh Nasional Aburizal Bakrie Diagendakan Meresmikan Masjid Raya Al-Bakrie Lampung

Gubernur Mirza mencontohkan peran besar ulama dan pesantren di Lampung yang selama ini turut mengisi ruang-ruang kosong pelayanan pemerintah, terutama di bidang pendidikan.

Dari sekitar 1.300 pesantren yang tercatat, banyak di antaranya menampung lulusan SMP yang tidak melanjutkan ke SMA. 

“Pemerintah masih memikirkan bagaimana agar tidak ada anak putus sekolah. Namun, para ulama sudah sejak lama menjadi penopang pendidikan masyarakat,” ujarnya.

Selain pendidikan, Gubernur Mirza juga menilai ulama berperan penting menjaga stabilitas sosial. Ia menyinggung pengalaman saat menghadapi aksi unjuk rasa beberapa waktu lalu. Melalui doa bersama dan istigasah yang difasilitasi ulama, situasi Lampung dapat kembali kondusif.

Baca juga: Kemenag Lampung Ajarkan Pelajar Wujudkan Toleransi dan Kerukunan Umat Beragama

Lebih jauh, Gubernur mengaitkan forum ini dengan visi pembangunan jangka panjang. Ia menyebut visi “Bersama Lampung Maju Menuju Indonesia Emas 2045” hanya bisa terwujud bila ulama, pemerintah, dan masyarakat saling bergandengan tangan.

“Ulama memberi arahan moral, pemerintah menjalankan kebijakan dengan amanah, dan masyarakat menjaga harmoni,” katanya.

Ia berharap pertemuan ulama dan umara tidak berhenti sebatas seremoni, melainkan menjadi momentum memperkuat kebersamaan. 

“Forum ini bukan hanya pertemuan seremonial, tetapi panggilan persatuan. Hanya dengan bersatu kita bisa menjaga keutuhan bangsa dan membawa Lampung menuju masa depan lebih sejahtera,” ujarnya.

Ketua Umum MUI Lampung, Prof. KH. Moh. Mukri, menegaskan forum ini berfungsi sebagai penguat ukhuwah Islamiyah, ukhuwah wathaniyah, dan ukhuwah insaniyah. 

“Kita ingin Lampung menjadi contoh bahwa ulama dan umara bisa beriringan menjaga keutuhan bangsa,” ujar Mukri.

Ia berharap kegiatan ini menghasilkan rekomendasi strategis yang dapat menjadi rujukan pemerintah, baik di tingkat daerah maupun pusat. Menurutnya, keterlibatan berbagai elemen masyarakat sangat penting untuk memperkuat peran agama dan kepemimpinan dalam kehidupan bernegara.

Baca juga: UIN Raden Intan Kukuhkan 298 Guru Profesional PPG Pendidikan Agama Islam

Ijtima juga diisi tausiah dari Ketua MUI Pusat Bidang Dakwah dan Ukhuwah, KH. Muhammad Cholil Nafis. Ia mengangkat tema revitalisasi peran ulama dan umara dalam menjaga kepercayaan publik. 

Tausiah lainnya datang dari Kapolda Lampung, Irjen Pol Helmy Santika, yang membawakan materi “POLRI di Tengah Gelombang Aspirasi” dengan menekankan pendekatan humanis dan persuasif dalam menjaga ketertiban.

Selain jajaran Forkopimda Lampung, acara turut dihadiri Kepala Perwakilan Bank Indonesia Lampung, Sekretaris Daerah Provinsi, pimpinan ormas Islam, organisasi keagamaan, serta Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Lampung.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU