Senin, 08 SEPTEMBER 2025 • 15:16 WIB

Pengurus DPD Mighrul Lappung Bersatu Dikukuhkan, Pemprov Dorong Perempuan Lampung Perkuat Budaya dan SDM Daerah

Author

Pelantikan pengurus Mighrul Lappung Bersatu. (Pemprov Lampung)

LAMPUNG - Dewan Pengurus Daerah (DPD) Mighrul Lappung Bersatu 15 kabupaten/kota se-Provinsi Lampung resmi dikukuhkan di Mahan Agung, Rumah Dinas Gubernur Lampung, Bandar Lampung, Senin (8/9/2025).

Acara pengukuhan ini dihadiri Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, dan Ketua TP PKK Lampung, Purnama Wulan Sari Mirza.

Gubernur Lampung mengapresiasi kepengurusan baru organisasi perempuan tersebut. Dia juga menyampaikan komitmen Pemerintah Provinsi Lampung dalam memperkuat peran perempuan dan menjaga kelestarian budaya sebagai bagian dari strategi pembangunan daerah.

Mirza berharap keberadaan Mighrul Lappung Bersatu menjadi energi baru dalam memperkuat kiprah perempuan Lampung.

"Perempuan di Lampung adalah penjaga kehormatan keluarga, pewaris nilai moral, sekaligus pendidik utama dalam membentuk karakter anak-anak,” kata Mirza.

Baca juga: Tari Ngigel Melestarikan Budaya Dan Tradisi di Bandar Lampung

Gubernur Mirza menekankan perempuan Lampung memiliki peran penting, tidak hanya dalam keluarga, tetapi juga sebagai penopang kehormatan adat dan pewaris karakter generasi.

Menurutnya, kekuatan inilah yang membuat masyarakat Lampung mampu hidup harmonis, termasuk dalam menerima keberagaman melalui program transmigrasi yang sukses tanpa konflik horizontal.

"Sekolah hanya mengajar sampai siang, tapi pendidikan karakter anak berlangsung di rumah melalui sentuhan ibu. Tanpa perempuan, kualitas SDM tidak akan bisa bangkit,” ujarnya.

Ia juga menyinggung tantangan globalisasi yang membawa arus teknologi dan media sosial.

Gubernur Mirza berpendapat kemajuan teknologi tidak otomatis melahirkan karakter, sehingga peran ibu di rumah menjadi kunci dalam menanamkan nilai-nilai adat budaya Lampung.

Ia meyakini Mighrul Lappung Bersatu dapat menjadi ruang penguatan kapasitas perempuan, agar semakin percaya diri dan kompeten di berbagai bidang, ruang pemberdayaan ekonomi, melalui UMKM, kerajinan, kuliner, maupun inovasi usaha kreatif lainnya serta menjadi ruang silaturahmi, yang mempererat persaudaraan sekaligus memperkokoh persatuan di Bumi Ruwa Jurai.

Baca juga: Dewan Kesenian Lampung Diminta Tingkatkan Ekosistem Seni Budaya Daerah

“Kami percaya Mighrul Lappung Bersatu akan menjadi mitra strategis pemerintah dalam membentuk karakter generasi muda melalui penguatan peran wanita Lampung,” ujarnya.

Selain itu, Gubernur Mirza mengungkapkan berbagai program pemerintah yang sejalan dengan pelestarian budaya, seperti gerakan Kamis Berbahasa Lampung, kewajiban hotel menampilkan lagu dan kuliner Lampung, hingga rencana mengembangkan 15 desa adat sebagai destinasi wisata budaya.

Menurutnya, langkah ini tidak hanya melestarikan tradisi, tetapi juga membuka peluang ekonomi bagi UMKM berbasis budaya lokal.

“Budaya adalah identitas Lampung. Kita ingin wisatawan tidak hanya mengenal pantai, tetapi juga adat, bahasa, dan seni tapis yang lahir dari tangan-tangan perempuan Lampung,” jelasnya.

Gubernur Mirza mengajak untuk menjadikan Mighrul Lappung Bersatu sebagai wadah yang tidak hanya menyatukan hati, tetapi juga melahirkan karya nyata.

"Saya yakin, dengan semangat kebersamaan, perempuan Lampung akan semakin maju, berdaya, dan menjadi pilar penting bagi pembangunan daerah dan bangsa," ucapnya.

Baca juga: Festival Megou Pak, Ajang Pelestarian Budaya di Tulang Bawang Lampung

Ketua Dewan Pengurus Pusat (DPP) Mighrul Lappung Bersatu, Dwita Ria Gunadi, menyatakan komitmen organisasinya untuk berperan aktif dalam menjaga adat dan budaya Lampung agar tidak tergerus zaman.

Menurutnya Mighrul Lappung Bersatu hadir bukan sekadar wadah perempuan, melainkan sebagai kekuatan yang ikut mendukung pembangunan daerah.

“Mighrul Lappung berkomitmen menjaga adat dan budaya agar tetap lestari, memperkuat kapasitas perempuan, serta membina generasi muda agar mencintai identitas Lampung,” tegasnya.

Ia menambahkan, organisasi ini akan mendorong program nyata seperti Hari Berbahasa Lampung, mengusulkan beasiswa untuk jurusan bahasa dan budaya Lampung serta membina Mighrul Lappung Muda agar semakin banyak generasi muda yang terlibat dalam pelestarian adat dan seni daerah.

“Kami percaya, pelestarian budaya Lampung perlu dukungan semua pihak, baik pemerintah, masyarakat, maupun komunitas. Karena itu, Mighrul Lappung siap bersinergi menjadi mitra strategis Pemprov Lampung,” pungkasnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU