Kamis, 17 JULI 2025 • 14:20 WIB

Bencana di Lampung Meningkat, Pemprov Perkuat Kesiapsiagaan

Author

Pemprov Lampung membahas antisipasi bencana alam. (Pemprov Lampung)

LAMPUNG - Pemerintah Provinsi Lampung memperkuat kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana di Lampung.

Berdasarkan data dari BPBD Lampung, dari rentan waktu 2022-2025 terdapat peningkatan kejadian bencana di Lampung.

Pada 2022 ada sebanyak 98 kejadian bencana, kemudian per Juli 2025 terdapat 198 kejadian hidrometeorologi yang didominasi oleh banjir (97 kejadian), angin kencang/puting beliung (68 kejadian), dan tanah longsor (29 kejadian).

Sekretaris Daerah Provinsi Lampung, Marindo Kurniawan, mengatakan berkaca dari data tersebut Pemerintah Provinsi Lampung terus melakukan upaya memperkuat kesiapsiagaan bencana di seluruh wilayah Provinsi Lampung.

"Sebagai Sekda, saya mengemban salah satu tugas sebagai Kepala Kesiapsiagaan Bencana Provinsi Lampung, melihat keadaan kondisi, cuaca, dan iklim Provinsi Lampung yang mengarah ke darurat, baik bencana alam maupun non-alam, pertolongan pertama atau pasca bencana menjadi prioritas utama yang harus kita pikirkan sekarang," kata Marindo, saat memimpin rapat kesiapsiagaan bencana Provinsi Lampung di ruang kerjanya, Kamis (17/7/2025).

Baca juga: Wali Kota Bandar Lampung Bertemu Gubernur, Bahas Pendidikan, Persoalan Sampah hingga Pariwisata

Dia menjelaskan Pemprov Lampung terus berupaya meningkatkan kesiapsiagaan dalam upaya membantu atau menyalurkan bantuan untuk korban pasca bencana alam maupun bencana non-alam.

"Kita harus siap dan menenangkan masyarakat, karena pemerintah hadir untuk menenangkan masyarakat. Kesiapan anggaran memang tidak bisa diprediksi, namun yang terpenting adalah optimalisasi tugas pokok dan fungsi (tupoksi) masing-masing OPD yang dibutuhkan," jelasnya.

Adapun siklus penanggulangan bencana mencakup pra-bencana (pencegahan dan pengurangan risiko), saat bencana (penyelamatan jiwa), dan pascabencana (membangun kehidupan yang lebih baik dan aman).

Menurutnya kesiapan bukan hanya soal anggaran, tetapi juga tentang penguatan sumber daya manusia dan fasilitas.

"Kita memfasilitasi kabupaten/kota dengan berkomunikasi juga dengan pusat apabila terjadi bencana ke depan. Kita harus mempersiapkan keperluan pascabencana, meningkatkan SDM untuk terjun langsung ke lapangan, dan menghimbau bahaya bencana ke masyarakat," ujarnya.

Baca juga: Kelurahan Imopuro, Kota Metro Lampung Dicanangkan Jadi Desa Tapis

Kepala BPBD Provinsi Lampung, Rudy Sjawal Sugiarto, juga menyoroti urgensi simulasi bencana, termasuk simulasi Megathrust.

"Kita mengarah ke persiapan agar lebih siap. Ketika terjadi banjir, kebakaran hutan, kita sudah mempersiapkan dan memprediksi langkah selanjutnya karena terlihat dari satelit," kata dia.

Menurutnya simulasi ini penting untuk melatih respons dan koordinasi antar pihak untuk meminimalkan dampak bencana.

"Provinsi Lampung menghadapi berbagai ancaman bencana, baik alam seperti banjir, tanah longsor, cuaca ekstrem, dan gempa bumi, maupun non-alam seperti epidemi, wabah, dan kegagalan teknologi, serta bencana sosial seperti konflik dan terorisme," ucapnya.

Pemerintah Provinsi Lampung juga berupaya memperkuat kapasitas siaga dan tanggap darurat dengan penguatan dukungan anggaran taktis, ketersediaan peralatan respons cepat, peningkatan kapasitas SDM bencana di setiap stakeholder, serta pengembangan budaya sadar bencana di masyarakat melalui kegiatan tematik seperti Desa Tangguh Bencana (DESTANA), Satuan Pendidikan Aman Bencana, dan Keluarga Tangguh Bencana. 

Selain itu, kerja sama multipihak atau Penta-Helix yang melibatkan pemerintah, masyarakat/komunitas, akademisi, pengusaha/bisnis, dan media massa menjadi kunci dalam penyelenggaraan penanggulangan bencana di provinsi Lampung. 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU