Jumat, 11 JULI 2025 • 21:35 WIB

Petani Kopi di Lampung Barat Meninggal Dunia Usai Diterkam Harimau

Author

Ilustrasi harimau. (Unsplash/Geoffrey Gu)

LAMPUNG - Seorang petani berinisal M (63), warga Pemangku 6 Pekon Sukabumi, Kecamatan Batubrak, Kabupaten Lampung Barat, Provinsi Lampung, ditemukan meninggal dunia dengan luka parah diduga akibat terkaman harimau.

Kabid Humas Polda Lampung, Kombes Pol Yuni Iswandari Yuyun, mengatakan peristiwa tragis ini terjadi di kawasan hutan yang berbatasan langsung dengan kebun milik korban di Dusun Umbu Lima, Kamis (10/7/2025) malam.

Menurut informasi dari pihak keluarga, korban berangkat ke kebun sekitar pukul 14.00 WIB, namun hingga pukul 18.00 WIB tak kunjung pulang ke rumah, sehingga dilakukan pencarian. Sekitar pukul 19.00 WIB, warga menemukan jasad korban dalam kondisi mengenaskan.

"Dari hasil pemeriksaan tenaga kesehatan Puskesmas Batubrak, tubuh korban mengalami luka gigitan dan cakaran pada leher serta bagian kaki kanan," kata Kombes Pol Yuni Iswandari.

Baca juga: Terseret Ombak saat Berenang di Pantai Labuhan Jukung Lampung, Korban Ditemukan Meninggal Dunia

Dia menjelaskan menindaklanjuti temuan tersebut, tim gabungan dari Unit Reskrim Polsek Sekincau, Tim Inafis Polres Lampung Barat, Koramil Batubrak, serta petugas Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS) langsung melakukan pengecekan ke lokasi kejadian.

Sementara atas insiden ini, pihak keluarga korban menyatakan menolak dilakukannya otopsi dan langsung memakamkan jenazah di wilayah setempat. Surat pernyataan penolakan otopsi telah dilampirkan dalam pemeriksaan kepolisian.

Yuni mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, khususnya yang beraktivitas di dekat kawasan hutan.

“Kami mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati, terutama saat berkebun atau memasuki area hutan. Bila melihat tanda-tanda keberadaan harimau atau hewan buas lainnya, segera laporkan ke perangkat pekon atau kepolisian terdekat,” terangnya.

Baca juga: Pemuda di Lampung Meninggal Usai Tenggelam di Sungai, Diduga Lakukan Bunuh Diri

Dia menjelaskan kejadian ini juga sudah ditindaklanjuti pihak kepolisian dengan berkoordinasi dengan BKSDA, serta TNBBS untuk langkah penanganan lebih lanjut. 

Polda Lampung melalui jajaran wilayah akan terus memantau situasi di kawasan tersebut, serta meningkatkan patroli dan sosialisasi kepada warga sekitar zona hutan. 

"Ini adalah kawasan penyangga habitat satwa liar. Kami juga minta masyarakat tidak memancing konfrontasi atau memburu satwa tersebut. Biarkan penanganannya dilakukan oleh pihak yang berwenang agar tidak menimbulkan korban jiwa lainnya,” pungkasnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU