Kamis, 03 JULI 2025 • 15:52 WIB

Wakil Gubernur Lampung Soroti Meningkatnya Pravelensi Stunting

Author

Wakil Gubernur Lampung, Jihan Nurlela. (Pemprov Lampung)

LAMPUNG - Wakil Gubernur Lampung, Jihan Nurlela, menyoroti meningkatnya pravelensi stunting pada 2024 yang berada di angka 15,9 persen atau meningkat satu persen dari 2023 sebesar 14,9 persen.

Menurut Jihan, peningkatan prevalensi stunting di kabupaten/kota dipicu oleh lemahnya tata kelola, minimnya anggaran, kurangnya komitmen, dan terbatasnya data. Intervensi spesifik seperti ASI eksklusif, konsumsi Tablet Tambah Darah TTD, pemeriksaan anemia, gizi ibu hamil KEK, layanan ANC, imunisasi, pemantauan tumbuh kembang, dan MPASI juga masih belum optimal.

Selain itu, intervensi sensitif seperti perbaikan Wash (air minum dan sanitasi), pemberdayaan orang tua seperti program Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI) diharapkan dapat terus dioptimalkan dan diterapkan di seluruh lapisan masyarakat.

"Tantangan kita ke depan dalam penurunan stunting semakin berat jika tidak diikuti dengan peningkatan kinerja, tidak hanya business as usual, tapi memang konkret menyasar masyarakat, menyasar anak-anak kita sehingga stunting ini bisa menurun sesuai target yang ditentukan," kata Jihan saat membuka acara penilaian kinerja pemerintah kabupaten/kota dalam pelaksanaan aksi konvergensi penurunan stunting di Provinsi Lampung 2025 di Ruang Rapat Alimudin Bappeda Provinsi Lampung, Kamis (3/7/2025).

Baca juga: Aplikasi Lampung In Pusat Layanan Digital di Provinsi Lampung Terus Disempurnakan

Dia juga menyebutkan bahwa stunting adalah musuh bersama, ancaman besar bagi negara. Masalah stunting, menurutnya bukan hanya urusan gizi semata, tetapi menyangkut masa depan generasi muda, anak-anak Lampung yang kelak akan menjadi pemimpin, inovator, dan penggerak pembangunan.

Stunting berdampak pada tumbuh kembang fisik dan juga kemampuan otak anak. Jika tidak diatasi dengan serius, maka yang terganggu bukan hanya fisik saja, tetapi juga tingkat kecerdasan, produktivitas, dan bahkan daya saing bangsa ke depan.

"Kita harus menyamakan prinsip bersama bahwa stunting menjadi ancaman besar bagi negara dan peradaban kita, karena bila stunting terus menggerogoti generasi muda kita maka akan rusaklah generasi kita karena tidak ada peradaban yang baik, tidak ada SDM yang berkualitas karena stunting tetap eksis di tengah-tengah kita," jelasnya.

Baca juga: Kadis Lingkungan Hidup Lampung Pensiun, Wagub Lampung Beri Penghargaan

Secara keseluruhan berdasarkan data, prevalensi stunting di Provinsi Lampung terus menurun dari 26,26 persen pada 2019, hingga menjadi 14,9 persen tahun 2023, dan menjadi provinsi terendah keempat prevalensi stuntingnya di Indonesia.

Namun, pada 2024 terjadi peningkatan prevalensi stunting di Provinsi Lampung menjadi sebesar 15,9 persen, atau meningkat satu persen dari 2023.

Bappenas telah menetapkan target Prevalensi Stunting Provinsi Lampung yang harus dicapai pada 2025 sebesar 13,2 persen dan 3,8 persen pada 2045 mendatang.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU