Bakal Calon Rektor Itera menyampaikan gagasannya kepada sivitas akademika. (Itera Lampung)
LAMPUNG - Lima bakal calon Rektor Institut Teknologi Sumatera (Itera) periode 2026–2030 memaparkan motivasi dan gagasan strategis dalam kegiatan Aspiration Session yang digelar secara daring, Senin, 13 April 2026.
Kegiatan yang diselenggarakan Panitia Pemilihan Rektor Itera tersebut diikuti sivitas akademika, mulai dari dosen, tenaga kependidikan, hingga mahasiswa yang secara langsung diberikan kesempatan berdialog, menyampaikan pertanyaan untuk mengetahui gagasan setiap bakal calon.
Kelima bakal calon tersebut adalah Prof. Dr. Aswan, S.T., M.T. (Institut Teknologi Bandung), Prof. Dr. Elfahmi, S.Si., M.Si. (Institut Teknologi Bandung), Prof. Dr. Ir. Fahmi, S.T., M.Sc., IPU. (Universitas Sumatera Utara), Prof. Ismunandar, Ph.D. (Institut Teknologi Bandung), serta Prof. Dr. Ir. M. Faiz Syuaib, M.Agr. (Institut Pertanian Bogor).
Ketua Senat Itera, Sunarsih, mengatakan kegiatan ini menjadi momentum strategis untuk mengenal lebih dalam profil, motivasi, serta gagasan kepemimpinan para bakal calon.
"Pemilihan rektor tidak sekadar memilih pemimpin organisasi, tetapi menentukan figur yang akan, dan mampu mengartikulasikan arah masa depan institut, yang berakar pada nilai-nilai luhur, berorientasi pada keunggulan akademik, dan adaptif terhadap dinamika global tanpa kehilangan jati diri," kata dia.
Baca juga: 5 Kandidat Bakal Calon Rektor Itera 2026-2030 Lolos, 3 dari ITB
Ia juga mengajak sivitas akademika mengikuti proses pemilihan secara aspiratif dan konstruktif, dengan menilai setiap gagasan berdasarkan integritas, kapasitas, serta keberpihakan pada kemajuan institusi.
Dalam sesi yang dipandu dosen Perencanaan Wilayah dan Kota Itera, M. Bobby Rahman, para bakal calon menyoroti sejumlah isu utama, seperti penguatan tata kelola, peningkatan kualitas akademik, serta kontribusi nyata bagi Sumatera dan Indonesia.
Bakal calon Prof. Aswan mengusung visi menjadikan Itera sebagai kampus sains dan teknologi yang unggul, mandiri, transparan, dan adaptif, serta berdampak bagi Sumatera dan Indonesia.
Ia menekankan inovasi kurikulum, riset kontekstual, penguatan tata kelola, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta sinergi dengan industri dan pemerintah.
Baca juga: Itera Resmi Buka Pemilihan Rektor 2026–2030, Cek Syarat dan Jadwal Lengkapnya
Sementara, Prof. Elfahmi menekankan visi pendidikan tinggi yang inovatif, inklusif, dan berdaya saing global. Ia menyoroti pentingnya sistem pendidikan yang responsif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, penguatan riset dan inovasi, serta tata kelola organisasi yang modern dan partisipatif.
Para bakal calon menyoroti sejumlah isu utama, seperti penguatan tata kelola, peningkatan kualitas akademik, serta kontribusi nyata bagi Sumatera dan Indonesia.
Bakal calon Rektor Itera lainnya, Prof. Fahmi mengusung visi transformasi budaya unggul berkelanjutan menuju Itera bereputasi global.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan