Kampus Institut Teknologi Sumatera, Lampung. (ITERA)
LAMPUNG - Program Studi Magister (S2) Fisika Institut Teknologi Sumatera (Itera) membuka pendaftaran calon mahasiswa baru tahun akademik 2026/2027.
Program ini menjadi salah satu pilihan bagi lulusan sarjana yang ingin memperdalam keilmuan fisika sekaligus memperkuat kompetensi riset di bidang energi, kebencanaan, dan teknologi masa depan.
Pendaftaran dibuka dalam dua gelombang, yakni 2–13 April 2026 untuk gelombang pertama dan 1–26 Juni 2026 untuk gelombang kedua, melalui laman https://pmb-pasca.itera.ac.id/.
Program ini terbuka bagi lulusan S1 dari bidang yang relevan, seperti Fisika, Pendidikan Fisika, Teknik Elektro, Teknik Fisika, Geofisika atau Teknik Geofisika, Sains Atmosfer dan Keplanetan, serta Teknik Material, dengan persyaratan minimal indeks prestasi kumulatif (IPK) 3,00.
Baca juga: Itera Buka 3.156 Kuota SNBT 2026, 60 Persen dari Total Penerimaan, Pendaftaran Ditutup 7 April
Koordinator Program Studi Magister Fisika Itera, Dr. Agustina Widiyani, M.Si., mengatakan jumlah penerimaan mahasiswa tahun ini dibatasi sebanyak 25 orang.
Pembatasan tersebut ditujukan untuk menjaga kualitas pembelajaran, menciptakan suasana akademik yang kondusif, serta memastikan pendampingan riset yang lebih intensif dan personal.
“Dengan jumlah mahasiswa yang terbatas, proses pembelajaran dan bimbingan penelitian dapat berjalan lebih optimal,” ujar Agustina.
Informasi penerimaan mahasiswa baru magister fisika Itera. (ITERA)
Sebagai bentuk komitmen dalam memperluas akses pendidikan, Itera juga menyediakan dukungan biaya berupa subsidi uang kuliah tunggal (UKT) sebesar 25 hingga 50 persen bagi mahasiswa yang memenuhi kriteria.
Skema ini diharapkan dapat mendorong mahasiswa untuk lebih fokus dalam pengembangan akademik dan riset.
Baca juga: Itera Terima 2.142 Mahasiswa Baru Lewat SNBP, Didominasi dari Lampung 47,25 Persen
Program Magister Fisika Itera menawarkan dua kelompok keilmuan utama, yakni Fisika Teori dan Kebumian serta Fisika Material dan Instrumentasi. Kedua bidang tersebut dikembangkan untuk menjawab kebutuhan strategis nasional, terutama pada sektor kebencanaan, material maju, dan energi.
Menurut Dr. Agustina, lulusan program ini memiliki peluang karier yang luas, mulai dari lembaga riset seperti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), perguruan tinggi, industri dan pertambangan, hingga instansi pemerintahan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan