Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Jumat, 29 AGUSTUS 2025 • 10:01 WIB

Pemprov Lampung Tingkatkan Produksi Kopi Robusta Lewat Inovasi Budidaya Sistem Pagar

Pemprov Lampung Tingkatkan Produksi Kopi Robusta Lewat Inovasi Budidaya Sistem PagarInovasi budidaya kopi robusta dengan sistem tanam pagar. (Pemprov Lampung)

LAMPUNG - Pemerintah Provinsi Lampung melalui Dinas Perkebunan Provinsi Lampung mengembangkan inovasi budidaya kopi untuk meningkatkan produksi sekaligus memperkuat posisi Lampung sebagai salah satu daerah penghasil kopi terbesar di Indonesia.

Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Lampung, Yuliastuti, memaparkan berbagai langkah strategis yang dijalankan sepanjang 2025, termasuk penerapan sistem budidaya pagar pada tanaman kopi robusta.

“Sistem pagar memungkinkan jarak tanam lebih rapat sehingga populasi pohon per hektare dapat meningkat dua kali lipat. Jika sebelumnya rata-rata 2.000–2.500 batang per hektare, kini bisa mencapai 4.000 batang. Dengan asumsi satu pohon menghasilkan satu kilogram kopi, maka produksi dapat meningkat hingga 4 ton per hektare,” kata dalam keterangannya, Jumat (29/8/2025).

Baca juga: Pemprov Lampung Buka Peluang Ekspor Kopi Produk UMKM ke Pasar Amerika Serikat

Berdasarkan data BPS Lampung 2025, luas areal perkebunan kopi di Lampung mencapai 152.507 hektare, dengan rincian tanaman belum menghasilkan 6.800 hektare, tanaman menghasilkan 138.000 hektare dan tanaman tua dan rusak 6.800 hektare.

"Produksi rata-rata kopi Lampung saat ini sekitar 120.377 ton per tahun, atau masih di bawah 2 ton per hektare. Namun, sejumlah petani binaan sudah mampu menghasilkan hingga 3,5 ton per hektare melalui teknik budidaya yang lebih intensif," jelasnya.

Yuliastuti menjelaskan untuk tanaman tua dan rusak dilakukan program replanting (peremajaan) dengan metode sambung samping.

Sementara tanaman yang belum menghasilkan diberi perlakuan khusus agar cepat berproduksi.

Dinas Perkebunan Provinsi Lampung melalui dukungan penuh dari Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Dajusal, telah mengalokasikan anggaran untuk pembangunan demplot (lahan percontohan) kopi sistem pagar di Kabupaten Lampung Barat dan Tanggamus.

"Lahan percontohan ini diharapkan menjadi rujukan bagi petani dalam menerapkan pola tanam intensif, termasuk penggunaan pupuk organik dan teknik pemangkasan yang tepat," ujarnya.

Baca juga: Pemprov Lampung Jalin Kerja Sama dengan Perusahaan Pertanian Tiongkok Tingkatkan Produksi Jagung

Selain itu, pemerintah juga mendorong penggunaan metode petik merah untuk menjaga kualitas biji kopi serta mengarahkan petani agar tidak menjemur hasil panen di atas tanah secara langsung.

Pemerintah menyediakan bantuan berupa terpal, alat penggiling (grinder), dan huller untuk meningkatkan kualitas pasca panen.

Tidak hanya fokus pada produksi, Dinas Perkebunan Lampung juga menyiapkan program hilirisasi kopi berupa pelatihan roasting, pengemasan (packaging), dan akses pasar yang melibatkan Dinas Perindustrian dan Perdagangan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Pemprov Lampung Tingkatkan Produksi Kopi Robusta Lewat Inovasi Budidaya Sistem Pagar

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!