Minggu, 19 APRIL 2026 • 12:32 WIB

Gubernur dan Wakil Gubernur Lampung Daftar S3 di Unila, Tampak Serius Ikuti Seleksi

Author

Momen Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, serius mengikuti seleksi masuk program Pascasarjana di Universitas Lampung. (Universitas Lampung)

LAMPUNG - Universitas Lampung (Unila) secara resmi menggelar seleksi masuk program Pascasarjana untuk tahun akademik 2026/2027, pada Sabtu, 18 April 2026. Seleksi dilakukan secara luring dan terpusat di Gedung UPA Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) Kampus Unila.

Namun, ada yang menarik dalam proses seleksi kali ini. Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal beserta istrinya Purnama Wulan Sari Mirza terlihat mengikuti seleksi masuk Unila dengan mendaftar pada Program Studi Doktor Ilmu Ekonomi.

Tidak hanya gubernur beserta istrinya, Wakil Gubernur Lampung, Jihan Nurlela, juga mengikuti seleksi dengan mendaftar pada Program Studi Doktor Studi Pembangunan.

Dari foto yang dirilis Universitas Lampung melalui laman resminya, terlihat Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal tampak serius mengikuti tahapan seleksi.

Baca juga: 1.319 Mahasiswa Lolos SNBP di Universitas Lampung Ikuti Wawancara KIP

Direktur Pascasarjana Unila, Prof. Dr. Murhadi, M.Si., menjelaskan pada tahap awal, tercatat sebanyak 593 peserta mengikuti seleksi yang terdiri dari jenjang Magister (S-2) dan Doktor (S-3) termasuk Gubernur Lampung beserta istri dan Wakil Gubernur Lampung.

Dia menjelaskan dari total 593 peserta tersebut, sebanyak 106 peserta merupakan jenjang S-3, sementara 487 peserta berasal dari jenjang S-2.

Prof. Murhadi menyambut baik pimpinan kepala daerah di Lampung mengikuti seleksi di Unila. “Kami merasa bangga karena pada tahun ini Universitas Lampung menjadi pilihan bagi pimpinan daerah untuk melanjutkan studi ke jenjang Pascasarjana,” ujarnya.

Dia menjelaskan proses seleksi terdiri dari beberapa tahapan utama, yakni Ujian Tulis Berbasis Komputer (CBT) yang mengukur kemampuan akademik peserta, serta sesi wawancara untuk menilai motivasi, kesiapan studi, dan potensi pribadi calon mahasiswa.

Baca juga: Rektor Unila Kunjungi Langsung 3 Calon Mahasiswa KIP Kuliah, Pastikan Tepat Sasaran

Pada jenjang S-3, seluruh peserta mengikuti kedua tahapan tersebut, sedangkan pada jenjang S-2, wawancara hanya diberlakukan pada sebagian program studi.

Pada tahun ini, Program Pascasarjana Unila membuka 36 program studi Magister dan delapan program studi Doktor. Program spesialis yang sebelumnya berada di bawah Pascasarjana kini telah dikembalikan ke Fakultas Kedokteran.

Berdasarkan data sementara, program studi yang paling diminati pada jenjang S-2 adalah Ilmu Hukum dengan 106 pendaftar, disusul Manajemen (44 pendaftar) dan Ilmu Akuntansi (20 pendaftar). Sementara pada jenjang S-3, program Doktor Pendidikan menjadi yang paling banyak diminati.

Di sisi lain, beberapa program studi masih memiliki jumlah peminat yang relatif rendah. Pada jenjang S-2, Fisika tercatat sebagai program dengan peminat paling sedikit, yakni hanya satu pendaftar, diikuti beberapa program studi lain dengan jumlah dibawah lima pendaftar.

Sementara pada jenjang S-3, program dengan peminat terendah berada pada kisaran empat pendaftar, seperti Ilmu Ekonomi dan Ilmu Pertanian.

Adapun daya tampung yang disediakan sebesar 1.346 mahasiswa untuk S-2 dan 183 mahasiswa untuk S-3. Jumlah pendaftar saat ini masih belum mencapai setengah dari total kapasitas yang tersedia.

Prof. Murhadi menambahkan, pihaknya berencana membuka gelombang dua pada pekan depan untuk menjaring lebih banyak calon mahasiswa. 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU