LAMPUNG - Menyambut bulan suci Ramadhan biasanya di sejumlah daerah di Indonesia menggelar sejumlah tradisi.
Di Lampung, tradisi menyambut bulan puasa dikenal dengan istilah Blangikhan atau Blangiran.
Tradisi Blangikhan atau Blangiran merupakan tradisi adat Lampung untuk menyucikan diri dengan mandi bersama di sungai sebelum memasuki Bulan Suci Ramadhan.
Setiap tahunnya, Pemerintah Provinsi Lampung bersama Lampung Sai dan Majelis Penyimbang Adat Lampung (MPAL) menggelar Tradisi 'Lampung Blangikhan'.
Baca juga: Pemprov Lampung Siap Cetak Sejarah Melalui Penulisan Mushaf Al-Qur’an Bernuansa Budaya Lampung
Blangikhan biasanya dilakukan di sungai atau kolam pemandian, namun mandi yang dimaksud adalah bukan mandi pada umumnya, melainkan mandi yang disyaratkan dengan beberapa peralatan ritual yakni air langir dari 7 sumber mata air yang bermakna penyatuan, bunga 7 rupa yang bermakna kesucian, ketentraman dan kasih sayang serta kerukunan, daun pandan, jeruk nipis, serta setangkai padi.
Blangikhan mengandung makna filosofi tentang penyucian diri, membersihkan diri dari segala macam kotoran baik jasmani maupun rohani, agar mampu menjalankan ibadah puasa dengan baik dan lancar.
Kegiatan Blangikhan dimulai dengan ritual pembacaan doa dan memecahkan kendi berisi air dan kembang, yang kemudian setelah itu puluhan muli mekhanai secara simbolis disiram dengan air langir, tangkai padi, kembang setaman.
Usai prosesi siraman, satu persatu muli mekhanai masuk ke dalam kolam untuk mandi bersama.
Baca juga: Mengenal Masjid Raya Al-Bakrie, Ikon Baru Provinsi Lampung
Biasanya tradisi tersebut digelar di Bumi Kedaton Resort Bandar Lampung, namun pada tahun lalu tradisi tersebut digelar di Kolam Renang Pahoman Enggal, Bandar Lampung.
Sementara untuk tahun ini belum diketahui pasti lokasi maupun jadwal tradisi tersebut akan dilakukan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Berbagai Sumber