Senin, 17 NOVEMBER 2025 • 10:56 WIB

Gen Z Dibidik, Lampung Hadirkan Pameran Kriya Bergaya Modern

Author

Gubernur Lampung (pakai topi) bersama Ketua Dekranasda Lampung dalam persiapan event Kriya Jemari 2025. (Diskominfotik Lampung)

LAMPUNG - Pemerintah Provinsi Lampung bersama Dekranasda Provinsi Lampung menggelar pra-event “Temu Jemari” bersama para pegiat media sosial di Mahan Agung.

Kegiatan ini bertujuan untuk memaparkan persiapan Pameran Kriya Jemari 2025 yang akan berlangsung pada 20–22 November mendatang.

Pertemuan ini menjadi wadah Dekranasda Provinsi Lampung untuk berdialog dengan influencer dan media, berbagi informasi, serta memperkuat jejaring publikasi menjelang pelaksanaan pameran. 

Dalam pertemuan ini, para peserta diajak berdiskusi mengenai strategi promosi agar gaung Kriya Jemari lebih luas dan efektif menjangkau generasi muda.

Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, menekankan pentingnya kreativitas berbasis kearifan lokal. Ia menyebut potensi besar yang bisa digarap jika kerajinan Lampung mampu menjawab kebutuhan pasar wisatawan yang terus meningkat.

Baca juga: Lampung Akan Gelar Pameran Kerajinan "Kriya Jemari" 2025

Gubernur mengungkapkan bahwa tahun lalu Lampung mencatat 18 juta kunjungan wisatawan domestik, sementara hingga Juli 2025 angka kunjungan telah mencapai 17 juta.

Tahun ini, Pemprov memproyeksikan 28–30 juta wisatawan datang ke Lampung dengan rata-rata belanja Rp1,8 juta per orang.

“Hitung saja berapa triliun uang masuk ke Lampung tanpa kita menanam atau mengolah apa-apa. Ini peluang besar,” kata Mirza, Senin (17/11/2025).

Menurut Gubernur, sebagian besar wisatawan mencari produk khas Lampung, tetapi selama ini pilihan barang masih terbatas dan cenderung mahal. 

Kondisi ini menjadi tantangan agar pengrajin menghadirkan produk kreatif yang unik, berciri lokal, namun sesuai kebutuhan pasar masa kini.

Baca juga: Pawai Budaya Terbesar Sepanjang Sejarah Warnai HUT ke-69 Lampung Selatan

Gubernur juga menyoroti karakter konsumtif kelompok Gen Z dan milenial yang kini menjadi penyumbang belanja terbesar. 

Karena itu, ia mendorong Dekranasda untuk mengembangkan kerajinan yang lebih modern dan terkurasi. “Kualitas harus bagus dan harganya terjangkau. Kurasi harus ketat,” tegasnya.

Gubernur juga mengapresiasi peran para influencer dalam mempromosikan UMKM lokal. Ia menyebut kolaborasi ini sebagai “charity” atau kontribusi penting bagi kemajuan ekonomi kreatif Lampung.

“Brand akan naik kalau hook-nya kuat dan dibantu promosi oleh teman-teman influencer,” ungkapnya.

Ketua Dekranasda Provinsi Lampung, Purnama Wulan Sari Mirza, menyampaikan Kriya Jemari merupakan transformasi dari kegiatan tahunan Lampung Craft. Rebranding ini tidak hanya mengganti nama, tetapi juga menghadirkan konsep kuratorial yang lebih modern, inovatif, dan mengedepankan storytelling produk.

Menurutnya, pihaknya ingin menjadikan Kriya Jemari sebagai ruang kreatif yang mampu menarik perhatian Gen Z dan milenial tanpa mengabaikan kualitas kerajinan tradisional.

“Kami ingin regenerasi terjadi, tetapi juga tetap menghormati para pengrajin senior. Nantinya akan ada item-item baru yang launching pada pameran,” ujarnya.

Baca juga: 1.500 Penari Pecahkan Rekor Dunia MURI, Tari Tuping Lampung Selatan Catat Sejarah Dunia

Batin Wulan menambahkan bahwa pameran tiga hari ini didesain seefektif mungkin agar memberikan dampak maksimal bagi pengrajin. Beragam pihak telah terlibat, mulai dari OPD, perbankan, universitas, hingga komunitas pemuda.

“Kami tidak ingin mengecewakan masyarakat dan sponsor. Kami ingin memberikan gelaran terbaik,” kata Batin Wulan sapaan akrabnya.

Batin Wulan menegaskan bahwa tujuan utama Kriya Jemari adalah membuka kesempatan bagi UMKM lokal untuk naik kelas, tidak hanya memamerkan karya, tetapi juga meningkatkan transaksi dan memperluas pasar.

Ke depan, pihaknya berharap produk Lampung tidak hanya dikenal di nasional, tetapi juga mancanegara.

Pameran Kriya Jemari 2025 akan melibatkan pengrajin muda, UMKM, desainer lokal, dunia usaha, perbankan, hingga komunitas kreatif.

Seluruh Dekranasda kabupaten/kota juga akan menampilkan produk unggulan masing-masing sebagai bentuk kolaborasi ekosistem kerajinan Lampung.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU