LAMPUNG - Provinsi Lampung memiliki salah satu ikon baru dengan hadirnya Masjid Raya Al-Bakrie yang berada di tengah pusat Kota Bandar Lampung.
Masjid megah yang berada di Jalan Jenderal Sudirman, Bandar Lampung ini telah diresmikan pada Jumat (12/9/2025) lalu oleh Menteri Agama Republik Indonesia, Nasaruddin Umar, Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, dan tokoh nasional Aburizal Bakrie.
Hadirnya masjid berkapasitas 12 ribu jemaah ini menjadi kebanggaan bagi masyarakat Lampung.
Berdiri di atas lahan seluas 22.000 meter persegi dengan luas bangunan 10.240 meter persegi, masjid ini terdiri dari lantai dasar seluas 4.224 m2, mezanin 1.024 m2, serta basement 4.480 m2.
Daya tampung jemaah mencapai 12.000 orang. Masjid juga dilengkapi ruang tunggu VIP, ruang imam, ruang kontrol, dan ruang muadzin.
Selain sebagai tempat ibadah, masjid ini juga dirancang menjadi pusat layanan umat serta ruang terbuka bagi masyarakat Lampung.
Terdapat ballroom serbaguna seluas 1.500 m2 berkapasitas 1.200 orang yang dapat digunakan untuk acara pernikahan, gathering, kegiatan keagamaan, maupun sebagai tambahan ruang salat.
Fasilitas pendukung lainnya meliputi kantor pengelola, ruang rapat, TPQ, perpustakaan, penitipan barang pria-wanita, ruang jenazah, 80 kios UMKM, taman kota, serta taman bermain anak.
Baca juga: Masjid Raya Al-Bakrie Diresmikan Menteri Agama, Jadi Ikon Baru Lampung
Masjid Raya Al-Bakrie dibangun di atas lahan milik Pemerintah Provinsi Lampung. Pembangunannya menggunakan dana milik keluarga besar Bakrie sebagai persembahan untuk mengenang H. Achmad Bakrie, pendiri Bakrie Group yang merupakan putra asli daerah Lampung.
Groundbreaking masjid ini dimulai pada 2023 tepatnya pada tanggal 20 Februari 2023. Satu tahun berjalan tepatnya 9 Desember 2024 pembangunan memasuki tahap penutupan kubah masjid, lalu pada 31 Januari 2024 dilakukan peresmian Ballroom, selanjutnya pada tanggal 15 Maret 2025 dilakukan salat tarawih berjamaah bersama keluarga besar Bakrie.
Sekitar dua tahun progres pembangunan, masjid ini akhirnya diresmikan pada 12 September 2025 lalu.
Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas hadirnya Masjid Raya Al-Bakrie yang ia sebut sebagai rumah besar umat Lampung.
"Masjid ini kita harapkan menjadi tempat anak-anak belajar Al-Qur’an, para pemuda menemukan jati diri dan arah hidup, orang tua bersujud memohon ampun, serta seluruh lapisan masyarakat berkumpul dalam semangat ukhuwah Islamiyah. Inilah rumah besar umat Lampung, yang akan terus melahirkan gagasan dan gerakan kebaikan,” kata Mirza.
Dia menambahkan kehadiran masjid ini juga sejalan dengan cita-cita Pemerintah Provinsi Lampung dalam membangun ikon-ikon daerah yang bermanfaat langsung bagi rakyat.
"Masjid ini bukan hanya kebanggaan secara fisik, tetapi harus hidup dengan sifat-sifat yang indah. Ketika sifat itu terwujud, masyarakat tidak hanya kagum, tapi akan cinta, dan cinta inilah yang membuat masjid terus diramaikan dan dimakmurkan,” tambahnya.
Baca juga: Pemprov Bersama Bakrie Amanah Siap Kelola Masjid Raya Al-Bakrie Lampung
Gubernur Mirza menekankan bahwa Masjid Raya Al-Bakrie tidak hanya diperuntukkan bagi ibadah, tetapi juga terbuka untuk kegiatan sosial, pendidikan Al-Qur’an, bahkan menjadi ruang kebersamaan lintas umat.
"Saya ingin setiap orang yang datang ke Lampung bisa singgah di Masjid Al-Bakri. Dari bandara, kita akan siapkan akses langsung ke sini. Sehingga yang diceritakan orang tentang Lampung nantinya adalah masjid yang indah ini,” jelasnya.
Kehadiran masjid ini diharapkan tidak hanya sebagai sarana ibadah, tetapi juga menjadi ikon baru kebanggaan masyarakat Lampung.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan