Rabu, 08 APRIL 2026 • 20:00 WIB

Aditya Putra Bayu Pimpin BEM Universitas Lampung

Author

 Pelantikan pengurus BEM Universitas Lampung. (Universitas Lampung)

LAMPUNG - Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas (BEM U) Keluarga Besar Mahasiswa (KBM) Universitas Lampung (Unila) menggelar Studium Generale dan Pelantikan Pengurus dengan tema “Mahasiswa sebagai Katalisator Perubahan serta Pusat Gerak Menuju Industri 5.0 dan Indonesia Emas 2045”, 

Aditiya Putra Bayu, Ketua BEM U KBM Unila terpilih, menyampaikan BEM hadir bukan sekadar sebagai bagian dari sistem, melainkan sebagai representasi mahasiswa yang memiliki fungsi kontrol terhadap kebijakan publik.

“Kami tidak memposisikan kami sebagai komposisi pemerintah, tapi kami memposisikan diri kami sebagai indera kritis pemerintahan. Kami siap bersinergi, kami siar berkolaborasi, Apabila kebijakannya baik dan berpihak kepada rakyat. Dan apabila kebijakannya tidak berpihak dan merugikan, kami akan kawal terus,” kata Aditiya dilansir dari laman resmi Unila, Rabu (8/4/2026).

Rektor Universitas Lampung, Prof. Lusi menyampaikan, studium generale dan pelantikan BEM bukan sekadar seremonial, melainkan momentum penting yang mengintegrasikan nilai akademik, budaya, dan kepemimpinan mahasiswa.

Baca juga: Pilmapres Unila 2026: 12 Mahasiswa Bersaing, Deni Kurniawan (FH) Juara Sarjana & Luthfia Zahra (FEB) Juara Diploma

Ia menyatakan, mahasiswa memiliki peran strategis sebagai agen perubahan, penjaga nilai, dan penggerak sosial dalam menghadapi tantangan menuju Industri 5.0 dan Indonesia Emas 2045.

“Tema ini sangat relevan dengan kondisi bangsa kita saat ini. Mahasiswa tidak hanya berperan sebagai peserta didik, tetapi juga sebagai agen perubahan (agent of change), penjaga nilai (guardian of value), dan penggerak sosial (social control),” ujarnya.

Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal juga menekankan pentingnya tanggung jawab kepemimpinan mahasiswa dalam menjalankan amanah organisasi.

Ia menyampaikan, BEM bukan sekadar wadah aktivitas, tetapi menjadi ruang pembelajaran kepemimpinan, pengembangan gagasan, serta pengabdian kepada masyarakat.

“Kalian mengemban amanah. Amanah ini bukan sekadar jabatan, tetapi tanggung jawab moral. Oleh karena itu, saya ingin menitipkan empat pesan, yaitu rawat idealisme, naik kelas ke solusi, perkuat kolaborasi, dan ciptakan legacy. Ingat, BEM bukan sekadar tempat berkegiatan. BEM adalah laboratorium kepemimpinan, laboratorium gagasan, dan laboratorium pengabdian," ucapnya.

Baca juga: Unila Umumkan SNBP 2026: 2.866 Siswa Lolos, 45 Persen Dapat KIP Kuliah

Dengan semangat kolaborasi, kepemimpinan, dan pemikiran kritis, mahasiswa Unila diharapkan mampu menjawab tantangan zaman serta berperan dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU