Minggu, 11 JANUARI 2026 • 09:50 WIB

Neraca Perdagangan Lampung November 2025 Surplus sebesar US$386,70 juta

Author

Neraca Perdagangan Lampung. (BPS Lampung)

LAMPUNG - Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Lampung melaporkan konsistensi kinerja positif perdagangan luar negeri Lampung pada periode November 2025. 

Provinsi Lampung kembali mencatatkan surplus neraca perdagangan sebesar US$386,70 juta. Kinerja positif ini diumumkan dalam Rilis Berita Resmi Statistik (BRS) yang diselenggarakan secara daring, awal Januari 2026. 

Statistisi Ahli Muda BPS Lampung, M. Sabiel, menjelaskan nilai ekspor Lampung pada November 2025 tercatat mencapai US$532,61 juta, tumbuh signifikan sebesar 7,49 persen secara tahunan (y-on-y) dibandingkan November 2024 yang mencapai US$495,49 juta.

"Secara kumulatif dari bulan Januari hingga November 2025, kinerja ekspor Provinsi Lampung telah mencapai US$5,98 miliar, atau meningkat 19,07 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang mencapai US$5,02 miliar," kata dia dalam rilis resmi yang diterima.

Baca juga: BPS Provinsi Lampung Raih Anugerah Keterbukaan Informasi Publik 2025

Dia menambahkan selama bulan Januari hingga November 2025, tiga negara utama yang menjadi tujuan ekspor terbesar Provinsi Lampung adalah Amerika Serikat dengan nilai ekspor mencapai US$926,66 juta (15,51%) dengan komoditas ekspor utamanya adalah Lemak dan Minyak Hewan/Nabati, diikuti oleh Pakistan mencapai US$544,13 juta (9,11%) dengan komoditas utama Lemak dan Minyak Hewan/Nabati, dan Tiongkok dengan nilai ekspor sebesar US$536,72 juta (8,98%) dengan komoditas ekspor utamanya juga Lemak dan Minyak Hewan/Nabati.

Selain itu, share komoditas terbesar pada Ekspor Lampung pada November 2025 didominasi oleh tiga golongan komoditas utama, yaitu: Lemak dan Minyak Hewan/Nabati: US$2.352,04 juta (Share 39,36%); Kopi, Teh, dan Rempah-Rempah: US$1.580,15 juta (Share 26,44%); Bahan Bakar Mineral: US$672,59 juta (Share 11,26%).

Dari sisi impor, nilai impor luar negeri pada November 2025 tercatat sebesar US$145,91 juta. “Nilai Impor ini menunjukkan peningkatan 25,54 persen secara y-on-y, yakni bila dibandingkan dengan nilai impor di bulan November 2024 yang mencapai US$116,23 juta,” terang Sabiel.

Secara kumulatif, nilai impor Januari hingga November 2025 mencapai US$1,91 miliar, mengalami penurunan sebesar 1,07 persen dibandingkan dengan nilai impor pada periode yang sama di tahun 2024 yang mencapai US$1,93 miliar.

Baca juga: BPS Bandar Lampung Kini Ada Pelayanan Statistik Terpadu

Pada periode bulan Januari hingga November 2025, tiga negara utama asal impor terbesar Provinsi Lampung adalah: Nigeria dengan nilai impor sebesar US$354,00 juta (18,58%) dengan komoditas impor utama adalah Bahan Bakar Mineral.

Diikuti Amerika Serikat sebesar US$277,88 juta (14,58%) dengan komoditas impor terbesar adalah Kereta api, trem, dan bagiannya. Kemudian, Australia dengan nilai impor sebesar US$233,06 juta (12,23%) dengan komoditas impor utamanya adalah Binatang Hidup.

Secara keseluruhan, share komoditas terbesar Impor Lampung pada November 2025 didominasi oleh tiga golongan komoditas utama, yaitu: Bahan Bakar Mineral: US$789,53 juta (41,43%); Gula dan Kembang Gula: US$183,15 juta (9,61%); Binatang Hidup: US$180,71 juta (9,48%).

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU