Kamis, 08 JANUARI 2026 • 14:52 WIB

Penerbangan Internasional Perdana Bandara Radin Inten II Lampung Dimulai 2 Februari

Author

Bandara Radin Inten II, Lampung. (Wikipedia.)

LAMPUNG - Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, melakukan peninjauan ke Bandara Radin Inten II, Lampung, Kamis (8/1/2026).

Peninjauan ini dilakukan untuk memastikan kesiapan operasional bandara pasca kembali ditetapkan sebagai bandara berstatus internasional, sekaligus memastikan seluruh aspek pelayanan dan fasilitas siap mendukung penerbangan internasional.

Bandara Radin Inten II dijadwalkan akan melayani penerbangan internasional perdana pada 2 Februari 2026 mendatang.

Penerbangan tersebut merupakan penerbangan umrah dengan rute Lampung-Haikou-Jeddah yang bekerja sama dengan maskapai Hainan Airlines.

Baca juga: Lampung Kejar Target 2026: Bandara Radin Inten II Siap Terbangkan Rute Internasional

Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, mengatakan kembalinya status internasional Bandara Radin Inten II merupakan langkah strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan pelayanan masyarakat Lampung. 

Menurutnya, keberadaan penerbangan internasional akan mempermudah akses warga Lampung, khususnya jemaah umrah dan haji.

"Kami sangat berterima kasih atas kerja sama ini dan akan mendukung penuh agar rute penerbangan internasional dari Bandara Radin Inten II dapat berjalan dengan baik dan berkelanjutan," kata Mirza.

Mirza menuturkan kebutuhan penerbangan internasional dari Lampung cukup tinggi. Setiap tahunnya, jamaah umrah asal Lampung mencapai sekitar 23 ribu orang, sementara jamaah haji mencapai lebih dari 7 ribu orang.

Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, saat meninjau Bandara Radin Inten II Lampung. (Pemprov Lampung)

Selain itu, Lampung memiliki potensi besar di sektor pariwisata. Sepanjang 2025, jumlah wisatawan yang berkunjung ke Lampung diperkirakan mencapai 22 hingga 23 juta orang, baik wisatawan nusantara maupun mancanegara.

Menurutnya Lampung juga menjadi salah satu daerah pengirim tenaga kerja ke luar negeri setiap tahunnya. Hal tersebut dinilai menjadi potensi trafik penerbangan internasional yang cukup menjanjikan.

"Lampung ingin terus maju dan tumbuh. Salah satu penopangnya adalah transportasi yang baik. Karena itu, kita ingin traffic penerbangan meningkat dan membuka lebih banyak rute internasional," jelasnya.

Dia turut menyampaikan apresiasi atas kerja sama dengan Hainan Airlines yang akan melayani penerbangan internasional dari Lampung. 

Ia juga menjelaskan bahwa Pemerintah Provinsi Lampung saat ini memiliki hubungan kerja sama sister province dengan Provinsi Shandong, Tiongkok. 

Kerja sama tersebut membuka peluang investasi dan peningkatan hubungan ekonomi kedua daerah.

"Ke depan, kami melihat akan banyak investasi dari China yang masuk ke Lampung. Ini tentu menjadi nilai tambah, baik bagi Lampung maupun bagi mitra dari China," ujarnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU