Jumat, 24 OKTOBER 2025 • 15:51 WIB

Lampung Mantapkan Peran Strategis dalam Ekosistem Bioetanol Terintegrasi

Author

Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal. (Pemprov Lampung)

LAMPUNGGubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, mengikuti Rapat Percepatan Rencana Investasi Bioetanol bersama Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu, dan Menteri Koperasi dan UKM, Ferry Juliantono, di Kantor Kementerian Investasi dan Hilirisasi di Jakarta, Kamis (23/10/2025) kemarin. 

Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, menyatakan komitmennya untuk mengoptimalkan sektor pertanian daerah sebagai bagian dari ekosistem industri bioetanol nasional. 

Ia menyebut Lampung adalah produsen utama singkong, peringkat kedua untuk tebu, dan ketiga untuk jagung. Meskipun komoditas tersebut ditanam di lahan ratusan ribu hektare, pemanfaatannya untuk industri hilir masih belum maksimal.

"Saat ini, Lampung memiliki dua perusahaan ethanol yang beroperasi, namun kapasitas serapnya terhadap hasil pertanian lokal masih terbatas, yang mengakibatkan kelebihan pasokan di tingkat petani, yang berpotensi menurunkan harga," kata Mirza.

Baca juga: Lampung Wujudkan Swasembada Pangan Lewat Peningkatan Produksi Jagung

Dia berharap pengembangan ekosistem bioethanol, terutama bioethanol dari jagung, dapat mengatasi masalah ini dan meningkatkan nilai tambah pertanian.

Dalam kesempatan itu, Menteri Koperasi dan UKM, Ferry Juliantono, menyatakan peran krusial koperasi petani dalam pengembangan ekosistem bioethanol nasional. 

Koperasi memiliki potensi besar untuk memperkuat rantai pasok energi terbarukan berbasis pertanian di Indonesia.

Kemenkop memiliki semangat yang sama dalam mengembangkan potensi bioethanol di Indonesia, dengan melihat koperasi petani sebagai bagian penting. 

Keterlibatan ini diharapkan dapat mengoptimalkan pemanfaatan bahan baku pertanian lokal. Hal ini sekaligus mendorong kemandirian energi dan kesejahteraan petani. 

“Kementerian Koperasi memiliki semangat yang sama dalam mengembangkan potensi bioetanol di Indonesia. Koperasi petani dapat menjadi bagian penting dalam ekosistem ini,” ujar Ferry.

Baca juga: Pemprov Lampung Dorong Petani Alih Tanam dari Singkong ke Jagung

Ferry optimis ekosistem bioetanol dapat segera terwujud. Hal ini didukung oleh regulasi pendukung yang telah disiapkan Kementerian Investasi serta adanya minat dari produsen otomotif besar asal Jepang, Toyota, untuk meningkatkan kapasitas produksi.

Di sisi hulu, Pemerintah Provinsi Lampung telah menyiapkan ratusan ribu hektare lahan untuk bahan baku seperti ubi kayu, tebu, dan jagung.

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu, menambahkan, Indonesia kini memasuki era bahan bakar E10, campuran 10 persen etanol dalam bensin. Dengan E10, potensi pasar domestik diperkirakan mencapai tiga hingga empat juta kiloliter etanol per tahun. 

Todotua juga menyebut bahwa produsen otomotif Jepang di Indonesia, PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia, telah menyatakan kesiapan untuk terlibat dalam pengamanan pasokan bahan baku atau feedstock bagi pengembangan hidrogen dan bioetanol, termasuk terlibat di sektor hulu industri etanol.

Dukungan ini memperkuat keyakinan akan terwujudnya ekosistem bioethanol yang terintegrasi.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU