Senin, 22 SEPTEMBER 2025 • 11:24 WIB

PMI Lampung Ajak Masyarakat Pahami Penangananan Kegawatdaruratan

Author

PMI Lampung gelar seminar tentang kegawatdaruratan. (Diskominfotik Lampung)

LAMPUNG - Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Lampung menggelar seminar dan workshop kegawatdaruratan bagi masyarakat awam di Balai Keratun, Komplek Kantor Gubernur, Bandar Lampung. Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun ke-80 PMI.

Sekitar 200 peserta dari berbagai kalangan, mulai dari pelajar, mahasiswa, pekerja, hingga komunitas masyarakat umum, mengikuti kegiatan yang dirancang untuk meningkatkan keterampilan dasar dalam menghadapi situasi darurat.

Ketua PMI Provinsi Lampung, Purnama Wulan Sari Mirza, menekankan pentingnya kesiapan masyarakat dalam memberikan pertolongan pertama. Menurutnya, kondisi darurat bisa terjadi kapan saja dan menimpa siapa saja.

“Untuk itu masyarakat diharapkan memiliki pengetahuan dan keterampilan dasar pada pertolongan pertama. Ini sangat penting karena setiap orang bisa menjadi insan penolong sebelum tenaga medis profesional tiba di lokasi,” kata Purnama, Senin (22/9/2025).

Baca juga: Wagub Lampung Minta KAI Hadirkan Layanan Transportasi Modern

Ketua PMI Lampung yang akrab disapa Batin Wulan menambahkan, bahwa kemampuan dasar seperti menangani kecelakaan, kondisi tersedak, hingga evakuasi bencana perlu dikuasai oleh masyarakat.

Dengan demikian, masyarakat tidak hanya melindungi diri sendiri, tetapi juga mampu membantu keluarga dan lingkungan sekitar.

“Sebagus-bagusnya ilmu, harus bisa ditularkan. Harapannya, pengetahuan ini tidak berhenti di peserta, tetapi juga sampai ke keluarga, tetangga, dan lingkungan sekitar,” ujarnya.

Baca juga: PMI Provinsi Lampung Ajak Relawan Terus Bergerak dalam Misi Kemanusiaan

Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara PMI dan para pemangku kepentingan dalam memperkuat kesiapsiagaan di Provinsi Lampung.

“Kerja keras dan kerja sama ini diharapkan dapat membangun masyarakat Lampung yang lebih tangguh, peduli, dan siap menghadapi situasi darurat,” imbuhnya.

Di akhir acara, Batin Wulan berharap hasil seminar dan workshop tidak hanya berhenti pada 200 peserta, tetapi dapat menjangkau masyarakat lebih luas. “Kalau setiap peserta membagikan ilmu ini di keluarga maupun organisasinya, manfaatnya akan berlipat ganda dan berkelanjutan,” pungkasnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU