LAMPUNG - Gempa bumi berkekuatan 5 magnitudo mengguncang Kabupaten Lampung Utara, tepatnya di wilayah Sungkai Tengah, pada Kamis (28/8/2025) sekitar pukul 09.15 WIB.
Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Daryono, membenarkan informasi tersebut.
Dalam keterangannya, hasil analisis BMKG menunjukkan gempa bumi ini memiliki parameter update dengan magnitudo M4,7.
Episenter gempabumi terletak pada koordinat 4,76° LS ; 104,65° BT, atau tepatnya berlokasi di darat wilayah Sungkai Tengah, Lampung Utara, Lampung pada kedalaman 184 kilometer.
"Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi menengah akibat adanya deformasi pada batuan dalam lempeng. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan geser naik," kata Daryono dalam keterangan resminya.
Baca juga: Polresta Bandar Lampung Hadirkan Layanan SKCK Keliling
Dia menjelaskan berdasarkan estimasi peta guncangan (shakemap), gempa bumi ini menimbulkan guncangan di daerah Panaragan, Sungkai Barat, Sungkai Tengah, Sungkai Utara, Kotabumi, Lampung Utara, dan Pringsewu dengan skala intensitas III MMI.
"Getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan akan truk berlalu dan daerah Kota Agung dengan skala intensitas II - III MMI atau getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan akan truk berlalu," jelasnya.
Dia menyatakan hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa bumi tersebut.
"Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami," ujarnya.
Baca juga: Nanda Indira-Antonius Muhammad Ali Resmi Dilantik Jadi Bupati dan Wabup Pesawaran
Namun Daryono menyatakan hingga pukul 09.23 WIB, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempa bumi susulan (aftershock).
"Kepada masyarakat diimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Agar menghindari dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa," ungkapnya.
"Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal anda cukup tahan gempa, ataupun tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yang membahayakan kestabilan bangunan sebelum anda kembali ke dalam rumah," imbuhnya.
Dia juga meminta masyarakat untuk memastikan informasi resmi hanya bersumber dari BMKG yang disebarkan melalui kanal komunikasi resmi yang telah terverifikasi (Instagram/Twitter @infoBMKG), website (http://www.bmkg.go.id atau inatews.bmkg.go.id), telegram channel (https://t.me/InaTEWS_BMKG) atau melalui Mobile Apps (IOS dan Android): wrs-bmkg atau infobmkg.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan