Senin, 21 JULI 2025 • 10:13 WIB

Puluhan Mahasiswa dari Luar Negeri Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Lampung

Author

Puluhan mahasiswa dari beberapa negara mengikuti program Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Lampung. (Itera Lampung)

LAMPUNG - Sebanyak 39 mahasiswa dari luar negeri seperti Yaman, Myanmar, Nigeria, Palestina, Malaysia, dan Thailand, mengikuti program kuliah kerja nyata (KKN) di Provinsi Lampung.

Mereka akan mengabdi di dua kabupaten yakni Lampung Timur dan Pesawaran. KKN Internasional ini merupakan program International Student Community Engagement (ISCE) 2025.

ISCE 2025 merupakan program KKN Internasional II hasil kolaborasi antara Institut Teknologi Sumatera (ITERA) sebagai tuan rumah dan Universitas Lampung (Unila), di bawah koordinasi Badan Kerja Sama Perguruan Tinggi Negeri (BKS PTN) Wilayah Barat.

Selain 39 mahasiswa asing, terdapat juga 177 mahasiswa dari perguruan tinggi negeri wilayah barat Indonesia akan mengikuti KKN di Lampung.

Pelaksanaan KKN Internasional dibagi dalam dua tahap yaitu KKN secara dalam jaringan (online) yang sudah berlangsung dari tanggal 2 Juni-16 Juli 2025 dan KKN terjun desa dimulai 21 Juli – 21 Agustus 2025. Mahasiswa mengabdi di enam kecamatan di Kabupaten Lampung Timur, yang tersebar di 16 desa, serta satu kecamatan di Pesawaran yaitu di Pulau Pahawang.

Baca juga: Kemenag Lampung Ajarkan Pelajar Wujudkan Toleransi dan Kerukunan Umat Beragama

Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, memberi motivasikan kepada total 213 mahasiswa KKN Internasional ini. Mirza mengajak peserta KKN Internasional untuk bersama-sama berkontribusi nyata dalam memberdayakan masyarakat desa melalui inovasi dan kolaborasi lintas budaya.

Hal tersebut disampaikannya dalam acara ucapan selamat datang (welcome party) di Aula Gedung Kuliah Umum 2 Institut Teknologi Sumatera (ITERA), Lampung Selatan, Minggu (20/7/2025) malam.

Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, saat memberikan sambutan. (Pemprov Lampung)

"Melalui program ini, saya berharap adik-adik mahasiswa bisa membantu teman-teman di desa-desa di Lampung Timur dan Pesawaran untuk memberikan nilai tambah yang nyata, agar pendapatan masyarakat meningkat," kata Mirza.

Dia menekankan bahwa desa menjadi perhatian serius bagi Pemerintah Provinsi Lampung dalam persoalan pembangunan.

"Sehingga perlu adanya peran aktif dari para stakeholder, termasuk perguruan tinggi, dalam menciptakan solusi berkelanjutan di desa," ujarnya.

Mirza menilai bahwa KKN Internasional ini merupakan bentuk nyata dari pembelajaran kolaboratif, pertukaran lintas budaya, dan pemberdayaan masyarakat desa.

"Mahasiswa diharapkan mampu menerapkan ilmu pengetahuan secara langsung di masyarakat, terutama dalam bidang pendidikan, kesehatan, teknologi, lingkungan, budaya, dan ekonomi lokal," ucapnya. 

Dalam kesempatan itu, dia mengungkapkan potensi besar Lampung sebagai penyangga pangan nasional, dengan sektor pertanian, industri pengolahan, dan perdagangan yang menyumbang hingga 59,39 persen terhadap perekonomian daerah.

Baca juga: Pertumbuhan Ekonomi Lampung Triwulan I 2025 Capai 5,47 Persen, Tertinggi Dalam Lima Tahun Terakhir

"Lampung juga mencatatkan pertumbuhan ekonomi triwulan I 2025 sebesar 5,47 persen, tertinggi di Sumatera. Namun, terobosan diperlukan untuk memastikan manfaat pembangunan dapat dirasakan hingga ke pelosok desa," kata dia.

Mirza turut memaparkan keberhasilan Lampung dalam menekan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) menjadi 4,19 persen pada 2024, lebih rendah dibanding rata-rata nasional dan regional Sumatera.

"Capaian ini diharapkan terus meningkat seiring dengan peran aktif mahasiswa dalam program-program pemberdayaan," ujarnya.

Dia menambahkan bahwa kolaborasi antara pemerintah dan perguruan tinggi menjadi kunci dalam menciptakan lulusan yang kompeten dan siap berkontribusi di dunia kerja.

"Sekaligus mendongkrak Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Lampung," kata Mirza.

Dia berharap kehadiran KKN Internasional ini dapat memberikan dampak nyata bagi masyarakat Lampung, khususnya di Lampung Timur dan Pesawaran dalam meningkatkan kesejahteraan serta memperkuat fondasi pembangunan desa.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU