Selasa, 08 JULI 2025 • 10:27 WIB

Dosen Itera Lampung Teliti Senyawa Tumbuhan Murbei, Berpotensi Jadi Antikanker Serviks

Author

Dosen Prodi Kimia, Kelompok Keilmuan Kimia Hayati Itera, Dr. Rahmat Kurniawan, S.Si., M.Si saat melakukan penelitian tumbuhan murbei. (Humas Itera)

LAMPUNG - Dosen Program Studi Kimia, Kelompok Keilmuan Kimia Hayati, Fakultas Sains Institut Teknologi Sumatera (Itera), Dr. Rahmat Kurniawan, S.Si., M.Si., menemukan senyawa Kuwanon J dari tumbuhan Morus shalun atau murbei yang berpotensi menjadi agen antikanker serviks.

Senyawa Kuwanon J merupakan adduct Diels-Alder yang diperoleh melalui proses biotransformasi menggunakan enzim Diels-Alderase.

Dalam uji awal, senyawa ini menunjukkan aktivitas sitotoksik terhadap sel kanker serviks.

Hasil penelitian tersebut dipaparkan Dr. Rahmat dalam kegiatan Mimbar Akademik Fakultas Sains Itera yang digelar di Aula Gedung F, Jumat, 4 Juli 2025.

Kegiatan tersebut dihadiri sivitas akademika Fakultas Sains, termasuk Dekan Dr. Ikah Ning Prasetiowati Permanasari, S.Si., M.Si.

Baca juga: Aplikasi Lampung In Pusat Layanan Digital di Provinsi Lampung Terus Disempurnakan

Dalam presentasinya, Dr. Rahmat mengatakan penelitiannya memanfaatkan pendekatan kultur jaringan tumbuhan, jamur, dan bakteri untuk memperoleh senyawa bioaktif.

"Tumbuhan Morus shalun menghasilkan senyawa golongan fenolik yang unik dengan rantai isoprenil. Rantai ini menjadi salah satu prekursor pembentukan cincin metil sikloheksena dari senyawa adduct Diels-Alder,” kata dia.

Tumbuhan murbei dikenal luas di Indonesia sebagai tanaman dari famili Moraceae yang tumbuh di daerah tropis dan subtropis, termasuk kawasan Asia Tengah dan Indonesia. 

Selain meneliti murbei, Dr. Rahmat juga melakukan riset terhadap berbagai senyawa antikanker lain, antara lain Paclitaxel dari cemara gunung (Taxus sumatrana), senyawa phytosterol dari bakau minyak (Rhizophora apiculata), senyawa amyrin dari tumbuhan sikat botol (Callistemon citrinus), dan senyawa lapachol dari tabebuya (Tabebuia aurea).

Baca juga: Forum Literasi Lampung Gagas Event Literasi Tingkat Nasional

Dia menyatakan pentingnya pemanfaatan keanekaragaman hayati lokal sebagai sumber pengembangan obat. 

“Senyawa alami memiliki keunggulan dari sisi keamanan karena umumnya memberikan efek samping yang lebih rendah dibandingkan obat sintetik,” ujarnya.

Dekan Fakultas Sains Itera, Dr. Ikah Ning Prasetiowati Permanasari, mengatakan bahwa Mimbar Akademik menjadi agenda rutin untuk membangun semangat diskusi ilmiah dan kolaborasi riset.

“Melalui forum ini, kami dapat saling berbagi ide dan menggali potensi penelitian yang memberi kontribusi nyata bagi pengembangan ilmu pengetahuan,” ucapnya.

Mimbar Akademik ditutup dengan diskusi interaktif yang diharapkan dapat memperkuat budaya riset, memupuk semangat inovasi, dan membuka peluang kerja sama lintas disiplin dalam pengembangan sains dan teknologi berbasis potensi lokal di bidang kesehatan dan farmasi.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU