Rabu, 10 JUNI 2026 • 11:22 WIB

Festival Teluk Stabas Hadirkan Lomba Makanan Tradisional Khas Pesisir Barat Berbahan Ikan Tuhuk

Author

Lomba makanan tradisional berbahan Ikan Tuhuk warnai Festival Teluk Stabas 2026.

LAMPUNG Festival Teluk Stabas VI tahun 2026 dimeriahkan dengan lomba makanan tradisional khas Pesisir Barat dengan bahan utama Ikan Tuhuk (Marlin).

Kegiatan yang dipusatkan di kawasan Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Kuala Stabas, Pesisir Barat, pada Senin (8/6/2026) ini juga bertujuan untuk menumbuhkan rasa semangat pelestarian budaya, promosi potensi daerah, dan penguatan ekonomi kreatif masyarakat.

Sebagai salah satu agenda unggulan dalam rangkaian Festival Teluk Stabas VI, lomba ini diikuti oleh Tim Penggerak PKK, organisasi perangkat daerah, pelaku UMKM kuliner, komunitas memasak, perwakilan kecamatan, kelurahan, pekon, hingga masyarakat umum.

Para peserta menampilkan beragam kreasi kuliner tradisional dengan bahan utama ikan tuhuk (marlin), komoditas perikanan unggulan yang telah menjadi ikon hasil laut Kabupaten Pesisir Barat.

Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Pesisir Barat, Dian Hardianti Dedi, mengatakan melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Pesisir Barat terus mendorong pelestarian kuliner khas pesisir sekaligus memperkenalkan kekayaan cita rasa daerah kepada masyarakat luas.

“Berbagai hidangan yang ditampilkan tidak hanya menawarkan keunikan rasa khas Pesisir Barat, tetapi juga menunjukkan kreativitas masyarakat dalam mengolah potensi lokal menjadi produk kuliner yang memiliki nilai tambah ekonomi,” kata dia.

Baca juga: Ada Festival Teluk Stabas 2026, 6-10 Juni di Pesisir Barat! Cek Rangkaian Kegiatannya

Mengusung semangat pelestarian kuliner tradisional pesisir, setiap peserta dituntut menghadirkan sajian yang tidak hanya lezat dan menarik secara visual, tetapi juga mampu mempertahankan keaslian rasa serta nilai-nilai budaya yang menjadi identitas masyarakat Pesisir Barat.

Inovasi dalam mengembangkan resep tradisional menjadi daya tarik tersendiri yang mendapat perhatian dewan juri maupun pengunjung.

Panitia pelaksana menjelaskan pemilihan ikan tuhuk sebagai bahan utama lomba bertujuan untuk mempromosikan potensi sumber daya kelautan daerah sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pemanfaatan hasil laut lokal.

Langkah tersebut juga menjadi bagian dari upaya memperkuat ekonomi kreatif berbasis potensi daerah dan meningkatkan daya tarik wisata kuliner Kabupaten Pesisir Barat.

Baca juga: Pesisir Barat Bakal Punya Kantor Pos SAR untuk Percepat Respons Darurat

Antusiasme peserta dan masyarakat terlihat tinggi sepanjang pelaksanaan kegiatan. Berbagai olahan berbahan dasar ikan tuhuk disajikan dengan inovasi yang beragam, mulai dari menu utama hingga sajian tradisional khas pesisir yang telah dikenal luas oleh masyarakat.

Dewan juri melakukan penilaian berdasarkan sejumlah aspek, di antaranya cita rasa, kreativitas, penyajian, kebersihan, kandungan gizi, serta kemampuan peserta dalam mengangkat identitas kuliner tradisional daerah.

Pemerintah Kabupaten Pesisir Barat berharap kegiatan ini dapat menjadi wadah untuk menumbuhkan kecintaan masyarakat terhadap kuliner lokal sekaligus mendorong lahirnya produk-produk unggulan yang memiliki daya saing dan nilai tambah ekonomi.

“Kegiatan ini juga diharapkan mampu memperkuat eksistensi UMKM kuliner sebagai salah satu sektor strategis yang berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi daerah,” jelas Dian.

Festival Teluk Stabas VI yang berlangsung selama lima hari, mulai 6 Juni hingga 10 Juni 2026, tidak hanya menjadi ajang hiburan dan promosi wisata, tetapi juga menjadi ruang kolaborasi bagi masyarakat dalam melestarikan budaya, mengembangkan ekonomi kreatif, serta memperkenalkan berbagai potensi unggulan daerah kepada wisatawan dan masyarakat luas.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU