LAMPUNG - Institut Teknologi Sumatera (Itera) menerima kunjungan Duta Besar Palestina untuk Indonesia, H.E. Mr. Abdalfatah A.K. Alsattari, pada Rabu, 22 April 2026, di Ruang Rapat Besar Gedung A Itera.
Kunjungan ini menjadi langkah awal dalam memperkuat hubungan antara Itera dengan Palestina, khususnya terkait kerja sama di bidang pendidikan, sains, dan teknologi.
Rektor Itera, Prof. I Nyoman Pugeg Aryantha, menyampaikan rasa hormat dan bahagia atas kunjungan Kedutaan Besar Palestina tersebut. Dia menjelaskan masyarakat Indonesia, terutama sivitas akademika Itera, memiliki kepedulian yang besar terhadap perjuangan yang sedang dirasakan oleh rakyat Palestina.
“Itera merupakan perguruan tinggi yang relatif muda dengan fokus pada pengembangan sains dan teknologi. Saat ini, Itera memiliki tiga fakultas yang terus mendorong inovasi dan pengembangan sumber daya manusia unggul. Tentunya, pertemuan ini menjadi kekuatan untuk terus menjalin interaksi dengan Palestina di bidang pendidikan melalui rencana kerja sama dalam nota kesepahaman bersama,” ujar Prof. Nyoman.
Baca juga: Itera Resmi Tetapkan Tiga Nama Calon Rektor Periode 2026-2030, Ini Daftarnya!
Dalam kesempatan ini, Rektor Itera menjelaskan dukungan terhadap Palestina tidak hanya bersifat emosional dan kemanusiaan, tetapi merupakan amanat konstitusi yang menyatakan bahwa kemerdekaan adalah hak segala bangsa, sehingga perguruan tinggi memiliki tanggung jawab moral untuk berkontribusi melalui perjuangan di bidang pendidikan.
Sementara itu, Duta Besar Palestina untuk Indonesia, Mr. Abdalfatah A.K. Alsattari, menyampaikan ucapan terima kasih atas sambutan hangat dari pihak Itera. Ia sangat terkesan dengan suasana kampus yang asri dan ramahnya masyarakat Indonesia, serta menyampaikan rasa terima kasih dari rakyat Palestina atas dukungan Indonesia, khususnya kepada Gaza.
“Hari ini merupakan kunjungan pertama saya ke Provinsi Lampung, dan terima kasih atas sambutan hangatnya. Kami merasa tidak sendiri, dukungan saudara kami dari Indonesia sangat berarti,” ujar Mr. Abdalfatah.
Mr. Abdalfatah dalam kesempatan tersebut menggambarkan situasi yang dialami oleh masyarakat Palestina akibat konflik yang tak berkesudahan.
Baca juga: Mahasiswa Arsitektur Itera Ajak Siswa SD di Lampung Selatan Bikin Maket, Latih Imajinasi Spasial
Ia menyampaikan dampak konflik pada berbagai sektor, salah satunya pendidikan, seperti minimnya fasilitas sekolah dan perguruan tinggi. “Kami, rakyat Palestina, akan melawan penjajahan melalui pendidikan untuk membangun generasi muda yang akan memimpin bangsa dan negara kami kelak di masa depan. Mereka boleh saja menghancurkan infrastruktur kami, tetapi mereka tidak bisa memadamkan cita-cita rakyat kami,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa kerja sama di bidang pendidikan dengan perguruan tinggi di Indonesia berperan penting dalam membuka akses ilmu pengetahuan bagi generasi muda Palestina melalui peluang beasiswa di bidang sains dan teknologi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan